Dari Aceh Hingga Papua Terjadi Kecurangan, Hanura Minta Pemilu Ulang

Redaksi Redaksi
Dari Aceh Hingga Papua Terjadi Kecurangan, Hanura Minta Pemilu Ulang
ilustrasi okezone
JAKARTA - Partai Hanura mendaftarkan gugatan sengketa hasil pemilu legislatif 2014 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Partai dengan nomor urut 10 itu menduga adanya pengurangan suara.

Tim Advokasi Hanura datang ke Gedung MK sekira pukul 21.00 WIB, dengan membawa barang bukti sebanyak tiga mobil boks yang berisi bukti dugaan kecurangan. Mereka membawa dokumen, foto dan video yang menujukan kecurangan tersebut.

"Bukti yang dibawa ada dokumen C1, D dan Da ada juga surat pernyataan, video dan foto-foto kecurangan," kata Ketua PHPU Hanura Teguh Samudra saat ditemui di Gedung MK, Senin (12/5/2014).

Menurutnya, dari Dapil Aceh hingga Papua banyak terjadi kecurangan. Dapil terbanyak, yakni Dapil Sumatera dan DKI Jakarta. Pihaknya berharap, dilakukan pemilu ulang di beberapa daerah, seperti Mentawai dan Nias Selatan.

"Kami ada 68 dapil campuran, terdiri dari provinsi, kota dan kabupaten. Ada dugaan kecurangan penggelembungan suara, pengambilan suara dan banyak suara yang hilang. Kami meminta adanya pemilu ulang dan berharap suara yang hilang dikembalikan," pungkasnya.


(fid/ahm/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini