Anas Punya Cara Sendiri Bongkar Praktik Korupsi

Redaksi Redaksi
Anas Punya Cara Sendiri Bongkar Praktik Korupsi
okezone
Anas Urbaningrum
JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum telah mendekam di balik jeruji besi Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran tersangkut kasus dugaan korupsi proyek pembangunan sport center Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Meski akhirnya turut terseret dalam pusaran korupsi yang mendera para kader Demokrat, namun Anas diragukan bakal bisa menjadi whistle blower untuk membongkar praktik korupsi lainnya, sebagaimana diungkapkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

"Anas diragukan akan bertindak seperti Nazaruddin, sebab keduanya memiliki gaya komunikasi dan kepribadian berbeda. Lalu kepentingan keduanya berbeda. Nazar memiliki kepentingan sendiri, lalu Anas juga memiliki kepentingan sendiri," terang Direktur Political Communication (Polcomm) Institute, Heri Budianto kepada Okezone, di Jakarta, Senin (13/1/2014) malam.

Dosen FISIP Universitas Mercu Buana ini menambahkan, Anas sebaiknya segera membuka kotak pandora yang secara tersamar telah diembuskan sejumlah pihak menyangkut dugaan adanya elite-elite lain yang tersangkut kasus Hambalang maupun kasus lainnya.

Namun, kata dia, Anas tidak akan secara sporadis membuka apa yang diketahuinya sebagaimana Nazaruddin dengan gayanya yang blak-blakan.

"Anas memiliki strategi sendiri dalam soal ini (mengungkap praktik korupsi). Dengan ditahannya Anas saat ini memang agak sulit bagi dirinya untuk bicara kepada publik. Menurut saya Anas akan menggunakan loyalisnya dan PPI untuk tetap melakukan langkah-langkah terkait kasus dia," jelasnya.

Heri melanjutkan, langkah Anas tersebut merupakan bagian dari langkah politik. Sebenarnya lanjutnya, jika saja Anas membuka dan mau bicara adanya dugaan keterlibatan elite Demokrat lain, maka itu akan berdampak signifikan bagi elektabilitas Demokrat yang kian hari kian menurun.

"Kita menunggu sebenarnya apakah KPK akan menyidangkan segera Anas sebelum 120 hari? Nah, jika ini terjadi maka proses pengadilan akan berjalan, dan tidak menutup kemungkinan adanya disebut nama-nama lain dalam kasus tersrbut," pungkasnya.

(put/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini