Bus Rombongan Mahasiswa UNRI Terbalik di Sumbar

Redaksi Redaksi
Bus Rombongan Mahasiswa UNRI Terbalik di Sumbar
Tangkapan layar video bus rombongan mahasiswa UNRI yang terbalik saat mengunjungi PT. Semen Padang di Sumatera Barat.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Sebuah video memperlihatkan bus rombongan mahasiswa Universitas Riau (Unri) terbalik di jalan lintas Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat, viral, Senin (19/12). Peristiwa itu saat mereka melakukan kunjungan industri ke PT. Semen Padang, SUmatera Barat.

Dari video, terlihat salah seorang penumpang wanita menjerit kesakitan. Mereka dievakuasi dari dalam bus berwarna biru dengan tulisan Tirta Agung di kaca bagian belakang.

Saat ditanya warga, wanita itu mengaku dari Universitas Riau di Pekanbaru. "Dari Unri (Universitas Riau)," katanya.

Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi Unri, Deni Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan bus yang mengalami kecelakaan itu merupakan rombongan mahasiswanya.

"Iya, informasinya bus itu berangkat tadi malam, agendanya itu mau kunjungan industri ke PT Semen Padang. Kecelakaan tadi pagi," ucap Deni.

Menurut Deni, bus yang mengalami kecelakaan di Padang Panjang itu hanya satu unit. Mereka beriringan sebanyak enam bus rombongan berangkat dari Kota Pekanbaru tadi malam.

Dia menjelaskan, kunjungan Industri ke PT Semen Padang itu sebagai agenda Senat Mahasiswa salah satu jurusan di Fakultas Ekonomi. Namun, saat kegiatan didampingi oleh sejumlah dosen Fakultas Ekonomi.

"Itu kegiatan kelembagaan (mahasiswa), Senat Mahasiswa. Itu didampingi dosen-dosen," jelasnya.

Deni mengatakan, seluruh mahasiswa dan dosen yang jadi korban telah dievakuasi. Bahkan mereka rencananya akan langsung dipulangkan.

"Tidak ada yang parah. Jadi agenda kunjungan industri pukul 10.00 WIB seharusnya, ini semua akan dipulangkan," tandasnya.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini