Aktifis ini Sebut Pekerjaan Preservasi Jalan Nasional di Inhil Asal Jadi

Redaksi Redaksi
Aktifis ini Sebut Pekerjaan Preservasi Jalan Nasional di Inhil Asal Jadi
doc garda metro

PEKANBARU, riaueditor.com - Miris, Aktifis ini menilai Pekerjaan Preservasi Jalan Bagan Jaya - Kuala Enok - Rumbai Jaya - Tempuling - Tembilahan provinsi Riau dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Riau dikerjakan asal jadi.

Hal ini dipaparkan S. Hondro, Ketua DPD Komando Garuda Sakti - Lembaga Aliansi Indonesia (KGS-LAI) provinsi Riau kepada awak media, Rabu (26/1/2022).

Hondro mengaku prihatin terhadap pelaksanaan Pekerjaan Jalan Nasional yang dikerjakan oleh PT. Dewanto Cipta Pratama (DCP) dari dana APBN Tahun Anggaran 2020-2021 dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp 44.339.350.000, tersebut.

"Pasalnya pekerjaan yang terlaksana asal jadi, bahkan tidak lagi mengacu pada RAB dan Kaidah Teknis yang benar sebagaimana ketentuan untuk sebuah pekerjaan jalan," katanya.

Perbaikan ruas jalan/infrastruktur yang tidak sedikit memakan anggaran tapi ruas jalan tidak kunjung baik malah semakin parah saja. Kondisi jalan bergelombang dan bisa mempercepat kerusakan dalam waktu singkat tidak sampai satu tahun anggaran umurnya.

"Bisa dibilang setiap tahun pemerintah pusat menganggarkan dana guna perbaikan jalan nasional, oleh karena dikerjakan asal jadi, ya tetap saja rusak dan bergelombang," ujarnya menambahkan.

Dari pantauan aktifis pemerhati pembangunan ini mengatakan, mulai persiapan pelaksanaan di lapangan, seperti tidak adanya terpasang Papan Peringatan untuk Pengguna Jalan yang berguna sebagai Informasi bagi pengendara yang menggunakan jalan yang sedang diperbaiki, termasuk Bendera sebagai Media Informasi (P3K) untuk mengurai lalu lintas," ungkap Hondro.

"Kami mempertanyakan apakah dalam pekerjaan ini tidak ada konsultan pengawas yang telah dipercayakan oleh negara, pasalnya papan nama proyek yang bernilai Rp 44.339.350.000,- ini pun kelihatan baru dipasang setelah tim investigasi KGS-LAI Riau turun ke lapangan," jelasnya.

Lebih lanjut S. Hondro mengungkapkan tidak adanya terlihat Penambalan (patching) yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan pada badan jalan terutama pada lapisan perkerasan dengan penutup aspal.

Ketua DPD KGS - LAI Riau ini berjanji akan membawa hasil temuan tersebut untuk diuji ke laboratorium demi memberikan kepastikan kualitas aspal, serta tengah mempersiapkan bukti data proyek temuan tim investigasi KGS-LAI Riau yang diduga dimonopoli oleh kontraktor berinisial STP.

Berdasarkan data temuan Ketua DPD KGS - LAI Riau, S. Hondro juga menyampaikan bahwa ternyata pelaksana dan konsultan pengawas di lapangan juga tidak sesuai dengan yang tertera di dalam RAB.

Hondro berharap kepada pihak Balai Peningkatan Jalan Nasional Wilayah II provinsi Riau agar lebih ekstra tegas terhadap bawahan, "Mulai dari Satker, PPK, Konsultan Pengawas serta Rekanan Kontraktor, dalam melaksanakan pekerjaan agar dapat profesional, dan serta menjaga mutu Kualitas pekerjaan demi terciptanya pembangunan yang berkualitas, sehingga terhindar dari perbuatan penghamburan uang Negara," tandasnya.

Saat awak media gardametro.com mengkonfirmasi ke PPK PJN Wilayah II provinsi Riau via WhatsApp membantah keras, "Sepengetahuan saya tak ada penghamburan uang negara dalam paket ini, semua terdata dan semua volume yang dikerjakan sesuai dengan back up data lapangan," ungkapnya.(*)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini