Yunus Syam Sebut Bupati Harris Dukung Kabupaten Pelalawan Selatan

Redaksi Redaksi
Yunus Syam Sebut Bupati Harris Dukung Kabupaten Pelalawan Selatan
ilustrasi
Yunus Syam Sebut Bupati Harris Dukung Kabupaten Pelalawan Selatan.
BANDAR PERTALANGAN, riaueditor.com - Ketua Forum Suara Rakyat Pelalawan  Selatan (F-SRPS) Drs M Yunus Syam menanggapi pendapat beberapa tokoh masyarakat Pelalawan terhadap gagasan pembentukan Kabupaten Pelalawan Selatan.

"Ini adalah kesepakatan bersama pemuka masyarakat Pelalawan Selatan yang terdiri dari 6 Kecamatan yakni Kecamatan Bunut, Pangkalan Kuras, Bandar Petalangan, Pangkalan Lesung, Ukui dan Kerumutan yang disambut baik oleh masyarakat," ujarnya.

Ditambahkan Yunus Syam, bahwasanya pembentukan kabupaten Pelalawan Selatan adalah pemikiran cerdas dan kebutuhan yang harus didukung oleh semua pihak dan bukan perpecahan. "Sangat keliru bila menganggap ini merupakan perpecahan. Kita jadi saksi saat masih di Kabupaten induk Kampar sampai tahun 1999 atau sebelum terbentuknya Kabupaten Pelalawan. Selama 56 tahun pembangunan jalan aspal seingat saya cuma lebih kurang 18 KM dari Lintas Timur menuju Bunut. Itupun aspal makadam bukan hotmix. Dan Pangkalan Kerinci bukanlah Desa melainkan dusun kecil," ucapnya.

Namun, sambung Yunus Syam, Setelah Pangkalan Kerinci menjadi Ibukota Kabupaten Pelalawan atas kesepakatan bersama, kenyataannya kurun 16 tahun Pangkalan Kerinci tumbuh dan berkembang menjadi Kota yang layak menjadi Kota Madya.

"Mengapa kita harus alergi dengan wacana pemekaran ini. Kalau perlu masyarakat pesisir wacanakan pembentukan Pelalawan Pesisir," tukasnya.

Dilanjutkan Yunus Syam, Forum-SRPS telah menghadap Bupati Pelalawan HM Harris. "Beliau secara pribadi sangat mendukung pembentukan Kabupaten Pelalawan Selatan," tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini