Warga Batu Gajah Nyaris Bentrok Dengan PTPN V

Redaksi Redaksi
Warga  Batu Gajah Nyaris Bentrok Dengan PTPN V
BANGKINANG,riaueditor.com- Warga Desa Batu Gajah Kecamatan Tapung bersama anggota Koperasi Petani Putra Lingga Bayur Batu Gajah (PLBBG), nyaris bentrok dengan massa dari PTPN V, Rabu (30/4) di Desa Batu Gajah. Beruntung kontak fisik bisa dihindari setelah warga desa dan koperasi mengalah.

Informasi yang berhasil dirangkum, kejadian bermula ketika pihak PSPI menjalin kerjasama (MoU) dengan Koperasi Petani PLBBG untuk  membangun kebun kelapa sawit di atas lahan milik PSPI seluas 250 ha. Hanya saja, pihak PTPN V mengklaim lahan itu milik mereka.

Selasa (29/4), pihak PTPN V dengan warga Batu Gajah dan anggota Kopni PLBBG bertemu di lokasi yang disengketakan. Pada kesempatan itu turut hadir Kapolsek Tapung dan pihak PSPI.

Saat itu diambil kesepakatan akan diadakan pertemuan lanjutan pada Rabu (30/4), pukul 09.00 WIB di Mapolsek Tapung antara Kopni PLBBG, PSPI dan PTPN V. Pertemuan ini dimediasi oleh Kapolsek Tapung. Kepada semua pihak Kapolsek diminta untuk membawa dokumen resmi. Kapolsek minta kedua belah pihak baik PSPI maupun PTPN V sama-sama menahan diri.

Siang itu warga pun pulang ke Batu Gajah.  Saat warga berada di lokasi yang disengketakan, datang massa dari pihak PTPN V lebih kurang 40 orang (satu colt diesel) yang bersenjata tajam.  Saat itu juga massa PTPN V langsung merusak sepeda motor warga. Untuk menghindari bentrok, warga mundur ke pinggir areal lahan yang disengketakan.

Siang harinya, massa dari PTPN V semakin bertambah lagi sebanyak dua truk colt diesel dan kendaraan pribadi. Diperkirakan, saat itu ratusan massa PTPN V menduduki lahan yang disengketakan. Hingga sore sekitar pukul 18.00 WIB warga pun kembali ke perkampungan. Sedangkan massa PTPN V tetap bertahan di lokasi. Sedangkan empat unit sepeda motor milik warga termasuk dua unit yang dirusak itu dibawa ke polsek Tapung
sebagai barang bukti.

Wakil Ketua Kopni PLBBG, Satia Muda alias Ikak didampingi pengurus Nazarudin dan Sunarti Br Sirait kepada wartawan mengungkapkan, mereka memilih mundur dari lokasi untuk menghindari bentrok dengan pihak PTPN V. Selanjutnya, persoalan ini akan diserahkan ke PSPI untuk penyelesaiannya. Pada dasarnya lahan yang disengketakan itu antara PTPN V dan PSPI.(ha)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini