Ustad Abdul Mughni Bantah Lakukan Tindak Kekerasan pada Alif Fasa Annafi

Redaksi Redaksi
Ustad Abdul Mughni Bantah Lakukan Tindak Kekerasan pada Alif Fasa Annafi
zul/riaueditor.com
Bekas memar pada lengan Alif Fasa Annafi diduga sebab dipukuli neneknya sendiri.
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Terkait pemberitaan yang menulis bahwa dirinya melakukan tindak kekerasan kepada siswa kelas 3 Alif Fasa Annafi putra dari dr. Esterli, Guru Fiqih SDIT Al-Bayan Ustad Abdul Mughni membantah kabar tersebut. hal itu disampaikan terkait kabar yang menyebar di media sosial dan media massa soal terdapatnya bekas memar di lengan Alif Fasa Annafi akibat pukulan yang dilakukan dirinya..

Kepada riaueditor, Rabu (26/8/2015) Abdul Mughni menyebutkan dirinya  hanya menyentil telinga Alif karena anak tersebut bandel saat ditegur, setelah itu Alif mau duduk mengarah ke depan. Ia mengaku saat itu memarahi Alif, karena ada siswa di belakang yang menangis karena pecinya dibuang Alif, namun tanpa menyentuh Alif dan ia sama sekali tidak mengaku adanya tindakan kekerasan yang mengakibatkan tangan Alif hingga membekas memar sebagaimana foto yang tersebar di jejaring sosial.

"Saya marahin alif tanpa menyentuh badannya, setelah itu saya tutup pelajaran, anak-anak pun senang karena sudah waktunya pulang sebagian anak pulang dan sayapun keluar kelas dan bertemu dengan nenek Alif, yang meminta maaf karena cucunya nakal dan menyebutkan kalau cucunya nakal dan suka melawan. Saya katakan pada neneknya bahwa itu kenakalan biasa pada anak-anak," ungkapnya.

Selanjutnya, sambung Abdul Mughni, setelah neneknya pergi, dari kantor dirinya melihat dan mendengar orang tua yang peci anaknya dibuang tidak terima dengan perbuatan alif.

"Saya tidak ikut campur dan berhusnusdzon  sesama orang tua bisa menyelesaikan masalah anak-anaknya," ungkapnya.

Lalu, dirinya dipanggil kepsek untuk klarifikasi postingan fb "Nina Asterly". "Saya menyangkal semua tuduhan. Dengan i`tikad baik kami ke tempat praktek dr. Asterly untuk selesaikan masalah. Disana kepsek, ka TU, dan saya minta maaf atas kejadian ini. Saya secara pribadi minta maaf karena bagaimanapun awal kejadian ini kurangnya kontrol saya mengawasi anak-anak. Tapi tetap menyangkal semua tuduhan. Terbukti di status Nina Asterly di FB selanjutnya yang mengatakan saya berdusta sudah dihapus.

Setelah maaf-maafan dan bersalaman, kami anggap masalah selesai dan tidak melebar, walau masih tanda tanya darimana memar-memar yang dipost di fb tersebut.

"Karena saya sama sekali tidak memukulnya. Pada Selasa kemaren, karena sudah dipost di fb banyak yang bertanya kepada saya tentang kejadian sebenarnya. Saya katakan tidak menanggapi fb karena bukan menyelesaikan masalah. Tapi kalau benar menuntut hukum akan saya hadapi, karena saya tidak seperti yang dituduhkan dan saya yakin polisi tidak akan sembarangan dalam menyelidik," ungkapnya.

Namun, sambungnya ada yang cerita kepada saya pada Senin jam pulang sekolah siswa melihat nenek alif memukuli cucunya hingga ke tangga dan orangtua tersebut siap menjadi saksi.

"Saya katakan Alhamdulillah, itu terjawab sudah darimana memar yang ada di lengan Alif. Itu klarifikasi saya, sehingga tidak ada lagi tuduhan atau anggapan miring terhadap sekolah Al-Bayan dan pendidikan di Pelalawan secara umum," tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini