Untuk Membangun Kebun Inti PT Tasmapuja Dituding Tipu Masyarakat

Redaksi Redaksi
Untuk Membangun Kebun Inti PT Tasmapuja Dituding Tipu Masyarakat
ilustrasi

RENGAT, riaueditor.com - Keberadaan PT Tasmapuja dengan membangun kebun kelapa sawit hingga mendirikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapsitas 60 ton per jam, semula masyarakat sekitar kebun berharap akan terjadi perobahan pola hidup dari gelimang kemiskinan menjadi hidup yang sederhana, ternyata hanya sebatas khayalan belaka.

        

Kenapa tidak, sedikitnya 800 hektar lahan kebun karet masyarakat Desa Anak Talang Kecamatan Batangcenaku, Inhu dari peninggalan orang tua dan datok mereka terdahulu, ludes dibabat PT Tasmapuja dengan janji akan membangunkan kebun sawit di lahan pemindahan, sedangkan  lahan pemindahan yang dimaksudkan pihak perusahaan adalah kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Tokoh masyarakat Desa Anak Talang Kecamatan Batangcenaku, Inhu, H Zubir Salam, S.Hut kepada awak media ini Selasa (20/12) menyebutkan, Kedatangan PT Tasmapuja di daerah Anak Talang, Kepayangsari dan Cenaku Kecil ini, hanya mengharapkan lahan masyarakat tiga desa ini belaka, karena perusahaan ini memang sama sekali tidak memiliki lahan untuk membangun kebun sawit.

H Zubir Salam yang mantan anggota DPRD Inhu ini mengisahkan saat kedatangan pihak PT Tasmapuja pertama kalinya sekitar tahun 2009 lalu, kala itu dikumpulkan sejumlah tokoh masyarakat 3 desa yaitu, Desa Anak Talang, Desa Kepayangsari dan Desa Cenaku Kecil, disepakati lahan kebun karet masyarakat yang dinilai sudah tidak produktif lagi, akan dijadikan kebun inti PT Tasmapuja, sedangkan pengganti lahan kebun karet masyarakat itu akan dibangunkan kebun sawit seluas seberapa luas kepemilikan lahan masyarakat tersebut.

Maka kala itu, masyarakat 3 desa ini menyerahkan lahan kebun karetnya untuk dijadikan kebun inti oleh pihak perusahaan, sedangkan penggarapannya berupa imas tumbang lahan kebun karet itu memang diserahkan kepada masyarakat tempatan dengan upah Rp.2,5 per hektar.

Menurut Zubir Salam, menjelang kebun inti PT Tasmapuja itu panen, pihak perusahaan menyuruh Kepala desa Cenaku Kecil,Ahmad Yani Kades Kepayangsari, Kaprinata dan Kades Anak Talang, Firdaus bersama Koperasi Unit Desa (KUD) Motah Makmur pimpinan Syamsuar, untuk memulai menggarap lahan HPT di bagian selatan kebun inti yang dikuasai PT Tasmapuja dan dibiayai pihak perusahaan, yang peruntukannya terhadap kebun pindahan sebagaimana yang dimaksudkan pihak perusahaan.

Ditambahkan Zubir Salam lagi, setelah ratusan hektar HPT itu dibabat oleh Koperasi Motah Makmur pimpinan Syamsuar bersama Kades Firdaus, dan Kades Kaprinata yang dibiayai PT Tasmapuja, ternyata membuat diantarkannya Ketua KUD Syamsuar, Firdaus dan Kaprinata ke penjara tahun 2013 silam.

Sehingga setakat ini pembangunan kebun sawit masyarakat Desa Anak Talang, Kepayangsari dan Cenaku Kecil tidak pernah terwujud, sementara kebun karet masyarakat yang mencapai ribuan hektar sudah ludes dibabat dan dialihfungsikan menjadi kebun sawit yang dikuasai penuh sebagai kebun inti PT Tasmapuja yang konon katanya dengan luasan 1.400 hektar itu.

“Jangan selama ini masyarakat Anak Talang diam dan dikira bodoh, kalau masyarakat Desa Kepayangsari akan membagi dua kebun inti PT Tasmapuja, tentunya masyarakat Desa Anak Talang pun tidak akan tinggal diam” Kata Zubir Salam.

Sebelumnya, Kades Kepayangsari Kaprinata di kediamannya mengatakan, surat pengajuan untuk dilakukannya pembagian  kebun masyarakatnya sudah diserahkannya kepada GM PT Tasmapuja di Pekanbaru, sebab kebun sawit pidahan yang diharapkan tidak pernah terwujud.

Sedangkan GM PT Tasmapuja, I Ketut Sukarwa dihubungi awak media ini di Pekanbaru mengatakan, pengajuan masyarakat Desa Kepayangsari untuk membagi dua kebun inti yang saat ini masih dikuasai PT Tasmapuja, masih dalam proses dan memerlukan pertimbangan, nanti akan disampaikan kepada masyarakat apa yang menjadi keputusan pihak perusahaan, katanya. (zap)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini