Tak Beri Kontribusi, Ribuan Warga Teluk Meranti Demo PT Arara Abadi

Redaksi Redaksi
TELUKMERANTI(riaueditor)- Ribuan warga dari dua desa yakni desa Segamai dan Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti melakukan unjuk rasa terhadap anak perusahaan PT Arara Abadi di Kecamatan Teluk Meranti, Senin (21/1/13). Perusahaan bergerak di bidang kehutanan ini dinilai tidak memberikan kontribusi bagi warga tempatan.

Gerakan Masyarakat yang menamai Masyarakat Peduli desa Segamai dan Gambut Mutiara (Gema Segar), juga didampingi oleh IPM-PB, subuh Senin sudah berkumpul. Menggunakan puluhan unit pompong, mereka bergerak menuju lokasi unjuk rasa tepatnya, di WKS Kecamatan Teluk Meranti.

Koordinator Lapangan aksi, Gema Segar, Rano Rifaldo, menyebutkan perusahaan tidak peduli terhadap warga tempatan. Padahal, lahan HTI warga berada di wilayah kecamatan Teluk Meranti.

Ada beberapa poin penting yang di desak warga pada aksi ini, pertama adalah keberadaan PT Arara diwilayah desa Segamai dan Gambut Mutiara tidak memberikan kontribusi yang nyata manfaat efek sosial bagi kehidupan masyarakat melainkan hanya menguntung beberapa oknum saja.

Keberadaan PT Arara Abadi akan menimbulkan dampak yang serius bagi kelangsungan hidup masyarakat kecamatan Teluk Meranti khususnya kabupaten Pelalawan pada umumnya, karena akan memicu berbagai bencana, sekarang maupun dikemudian hari, ujar Rano.

Oleh karenanya masyarakat menuntut PT Arara Abadi untuk membangun jalan alternative, akses jalan dari Pulau Muda ke desa Segamai, dari desa Segamai ke Gambut Mutiara.

Mendesak PT Arara Abadi untuk memberikan tunjangan kepada guru-guru honor, bantuan beasiswa pendidikan, baik pelajar maupun mahasiswa tempatan yang berasal dari desa gambut Mutiara dan Desa Segamai khususnya, dan kecamatan Teluk Meranti pada umumnya.

PT Arara Abadi selama ini juga tidak memberikan peluang usaha dan penggunaan tenaga kerja lokal. Oleh karenanya Gema Segar menuntut anak perusahaan Sinar Mas Group ini agar memberdayakan usaha kecil atau industry rumah tangga, serta mempekerjakan tenaga tempatan sesuai potensi yang dimiliki.

Menuntut PT Arara Abadi untuk membuat MoU antara perusahaan dengan desa Segamai dan Gambut Mutiara, meminta juga kepada perusahaan untuk membenahi saluran air di sekitar desa yang dijadikan sebagai alat transportasi untuk mengeluarkan hasil pertanian bagi masyarakat dua desa.

Terakhir, massa menuntut realisasi pembangunan tanaman kehidupan bagi masyarakat Segamai dan Gambut Mutiara.

Sementara itu, mantan ketua IPMPB Samsir Spd, menegaskan jika perusahaan seperti ini yang tidak memperhatikan kehidupan sosial masyarakat tempatan, ini yang disebut manajemen kapitalis, kaum penjajah yang nyata-nyata kapitalis.

Terkait aksi yang di lakukan warga dua desa di Teluk Meranti ini, Ir.Nurul Huda, Public Relations Sinarmas Forestry menjelaskan, pihaknya, mengapresiasi permintaan masyarakat dan akan membicarakannya di internal perusahan.

"Kita ada beberapa permintaan yang perlu kita sinkronkan dengan perusahaan, masalah tanaman kehidupan PT.SPA di daearah Serapung sebagai mitra kita telah membuatnya kurang lebih seluas 785 hektar atau lima persen dari luas konsesinya lebih kurang 12.000 hektar," jelasnya.

Terkait, masalah peluang tentu manajemen perusahaan melihat dari tingkat kebutuhan, karena selama ini beberapa tenaga kerja bidang kontraktor dan security ada yang dari masyarakat di areal konsesi PT Arara Abadi.

Begitu juga masalah beasiswa dan honor guru akan dicoba rumuskan pada bidang CD (Cmmunity Development) dari perusahaan mitra PT Arara Abadi, yakni PT.SPA maupun PT.MHJ.

Dijelaskannya lagi, perihal pembukaan jalan alternatif, kita harus melihat aturan dan perundang-undangan mengenai pembuatan jalan dikawasan hutan, jangan sampai melanggar aturan atau undang-undang.

"Pada dasarnya perusahaan akan memperhatikan masyarakat yang berdekatan dengan areal konsesinya," tandas Nurul.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini