Terlibat Kasus Suap Annas Maamun

Satma PP Riau Minta Zulher Dinonaktifkan dari Jabatannya

Redaksi Redaksi
Satma PP Riau Minta Zulher Dinonaktifkan dari Jabatannya
dea/riaueditor
Belasan anggota Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma PP) melakukan aksi demo di teras kantor Gubernur Riau, menuntut Kepala Dinas Perkebunan Riau, Drs Zulher dinonaktifkan dari jabatannya.
PEKANBARU, riaueditor.com- Sekitar belasan anggota Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma PP) di teras kantin Gubernur Riau. Massa menuntut Plt Gubernur Riau untuk menonaktifkan kepala dinas Perkebunan Riau, Zulher dari jabatanya karena terlibat kasus suap Gubri nonaktif Annas Maamun.

Suasana sempat memanas saat belasan anggota Satma PP Riau tersebut memaksa masuk ke halaman kantor Gubernur Riau. Adu argument sontak keluar dari pihak keamanan dengan Satma PP dan akhirnya belasan massa itu masuk dan menduduki teras kantor Gubri menunggu perwakilan pemprov Riau menemui mereka.

Korlap Satma PP Riau, Tengku Andry Fiska Firdaus meminta Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman untuk memecat Zulher dari jabatannya karena dianggap terlibat dan menjembatani beberapa kasus suap antara Gubri Annas Maamun dan beberapa bos perusahaan perkebunan.

"Ini Riau yang bermarwah, kita tidak ingin ada pejabat riau yang mencorengnya. Penjarakan Zulher," seru Andry dalam orasinya, Selasa (23/12).

Tak lama berselang, kedatangan Satma PP langsung ditekuni oleh staf ahli Gubernur Riau bidang pemerintahan, Syamsurizal. Kedatangan Syamsurizal juga sempat membuat suasana memanas saat staf ahli tersebut diminta untuk menandatangani kertas pernyataan demo untuk menyetujui pemberhentian Zulher dari jabatannya.

"Kenapa bapak tidak mau menandatangani ini?, ada apa? Apakah ada konspirasi," teriak Andry pakai toa putih itu.

Menanggapi hal itu, Syamsurizal mengaku tidak akan menandatangani surat pernyataan tersebut karena kedatangannya dihadapan massa hanya menerima aspirasi sebagai perwakilan pemprov Riau.

"Saya tidak akan menandatangani ini, karena sifat saya hanya menerima saja," tutupnya dengan dikawal puluhan anggota Satpol PP Riau.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini