Respons Sukmawati Usai Dipolisikan soal Sukarno-Nabi Muhammad

Redaksi Redaksi
Respons Sukmawati Usai Dipolisikan soal Sukarno-Nabi Muhammad
(CNN Indonesia/Andry Novelino)
Sukmawati Soekarnoputri buka suara setelah dilaporkan oleh simpatisan Korlabi terkait pernyataan yang dianggap membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad.

JAKARTA - Sukmawati Soekarnoputri buka suara setelah dilaporkan oleh simpatisan Koordinator Bela Islam (Korlabi) terkait pernyataan yang dianggap membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad.

"Ya boleh aja, mau lapor silakan," ujar Sukmawati kepada CNNIndonesia.com pada Sabtu (16/11).

Kepolisian menerima laporan bernomor LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum pada 15 November 2019 dengan pelapor Ratih Puspa Nusanti. Pasal yang dilaporkan yakni tentang tindak pidana penistaan agama Pasal 156a KUHP.

Meski mempersilakan, Sukmawati mempertanyakan dasar pelaporan tersebut karena akan jadi tidak akuntabel jika hanya berdasarkan video yang beredar di media sosial.

Dalam potongan video yang dimaksud, Sukmawati terdengar berkata, "Mana lebih bagus Pancasila atau Alquran? Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di Abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Insyinyur Sukarno untuk kemerdekaan?"

Menurut Sukmawati, video itu sudah diedit. Namun, video tersebut kemudian menjadi dasar pembuatan berita di sejumlah media lokal dengan arah narasi bahwa Sukmawati membandingkan jasa Sukarno dan Nabi Muhammad. 

"Saya tidak membandingkan, dan tidak ada kata jasa," ucap Sukmawati.

Sukmawati lantas menjelaskan bahwa video itu merekam momen ketika ia sedang berbicara di forum anak muda yang mengusung tema untuk membangkitkan nasionalisme, menangkal radikalisme, dan memberantas terorisme.

Dalam ceramah itu, Sukmawati juga membahas soal perekrutan teroris. Sukmawati mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, ada kelompok teroris melempar sejumlah pertanyaan saat proses perekrutan.

"Ada pertanyaan mereka adalah mana lebih bagus antara Alquran atau Pancasila. Saya hanya menceritakan kembali bahwa saya dapat informasi itu," ucap Sukmawati.

(cnnindonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini