Ratusan Warga Unjuk Rasa ke PLN Ranting Selatpanjang

Redaksi Redaksi
Ratusan Warga Unjuk Rasa ke PLN Ranting Selatpanjang
anje/riaueditor.com
SELATPANJANG, riaueditor.com– Ratusan massa melakukan unjuk rasa ke kantor ranting PLN Selatpanjang jalan Yos Sudarso, Kamis malam (17/7) akibat krisis listrik berkepanjangan yang membuat resah masyarakat kota Selatpanjang.
 
Massa mulai berkumpul di kantor PLN begitu usai berbuka puasa sekitar pukul 19.00 WIB. Tanpa menunggu lama, ratusan massa berkumpul memadati jalan depan kantor PLN. Kata makian dan hujatan kepada badan usaha milik negara itu pun tak terbendung. Massa yang kesal karena pemadaman sudah tidak terkontrol, bahkan di berapa wilayah ada pemadaman dari sejak pagi hingga malamnya belum juga nyala.
 
"Seperti tidak punya perasaan aja PLN, bulan Ramadhan ini kami mau beramal saja tidak bisa tenang," ucap salah satu pendemo yang kesal karena rumahnya sejak pagi dilakukan pemadaman hingga malam hari listrik tak kunjung hidup.
 
Untuk menenangkan massa, beberapa perwakilan massa diterima oleh Kepala Ranting PLN Selatpanjang, Doddy Priyadi untuk menjelaskan secara detil permasalahan PLN. Dari hasil pertemuan yang turut dihadiri pihak kepolisian itu. Pihak PLN akan melakukan pemadaman listrik di wilayah Selatpanjang yang masyarakatnya banyak memiliki genset.
 
"Kami akan upayakan pengoperasian listrik di wilayah-wilayah yang saat ini listriknya padam, dengan mematikan listrik jalan dan di wilayah Selatpanjang kota yang masyakatnya banyak memiliki genset. Kami mohon, bapak, ibu sabar karena secara bertahap mulai jam 11 malam ini kita akan hidupkan listriknya. Dan besok pagi kita akan lakukan perundingan kembali di DPRD Meranti," ucap Doddy Priyadi dihadapan massa.
 
Meskipun massa tak yakin dengan janji kepala PLN itu, massa membubarkan diri. "Kita pulang saja dulu, kita lihat apa mereka menepati janji atau tidak. Kalau jam 11 ini mereka tak juga nyalakan listrik, itu artinya mereka munafik," ucap Zulkarnain salah satu perwakilan massa yang ikut melakukan perundingan dengan pihak PLN.
 
Sekitar pukul 22.30, massa mulai membubarkan diri, dan beberapa wilayah yang listriknya mati mulai dinyalakan pihak PLN.(je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini