Ratusan Warga Segati Kembali Blokir Jalan RAPP

Buntut Penangkapan Dua Warga Oleh Sekuriti
Redaksi Redaksi
Ratusan Warga Segati Kembali Blokir Jalan RAPP
jul/riaueditor.com
Terlihat antrian panjang tronton kayu RAPP akibat jalan diblokir ratusan warga Segati.

PKL.KERINCI, riaueditor.com – Ratusan warga Dusun III Tasik Indah Desa Segati Kecamatan Langgam menutup jalan Koridor PT Riau Andalan Pulp and Paper pada Jumat (13/12) pekan lalu. Pemblokiran dilakukan masyarakat mulai pukul 13.00 wib hingga Sabtu (14/12) subuh sekitar pukul 00.25 Wib.

Akibatnya, puluhan truk pengangkut kayu dan batu bara milik PT RAPP tertahan dan tidak dapat melintas dari jalan desa di kilometer 60. Pasalnya, warga membentangkan kayu dan ban besar ditengah jalan koridor dan diikuti pagar betis masyarakat.

Setelah beberapa jam aksi penutupan berjalan, kendaraan bongsor pengangkut bahan baku perusahaan bubur kertas kian menumpuk. Kondisi memanas ketika beberapa supir meminta jalan dibuka, tapi penduduk menolak dan bersikukuh memblokir akses.

Camat Langgam Faisal,S.STP membenarkan adanya aksi pemblokiran jalan koridor di Segati itu. Namun dirinya belum mengetahui persis informasi penutupan akses oleh warganya.

Kapolres Pelalawan, AKBP Aloysius Supriadi melalui Kasubag Humas, AKP Lumban G Toruan membenarkan aksi penutupan jalan oleh sekitar 300 warga Segati. Gerakan dari masyarakat itu merupakan buntut dari penangkapan dua orang penduduk desa atas nama Analiser dan Saipudin pada Kamis (5/12) lalu.

Kedua pria itu ditangkap oleh satuan pengamanan (satpam) PT Nusantara Sentosa Raya (NSR) yang merupakan mitra PT RAPP dalam penyediaan bahan baku kayu. Kedua warga itu kedapatan mengolah kayu di areal Sungai Kembar yang masuk dalam HTI PT NSR, padahal kayu yang diambil itu untuk kepentingan renovasi dan pembangunan masjid Baiturrahman, ujar AKP Lumban G Toruan.

Keduanya kini ditahan di Polres Kampar sekaligus mendalami kasus penebangan kayu itu. Melihat anggota masyarakat ditahan, penduduk lain mengambil langkah dan melakukan pemblokiran dengan tuntutan agar kedua warga dilepas.

Mediasi pun dilakukan dilokasi penutupan oleh perwakilan warga dipimpin ninik mamak desa Segati Datuk Bujang Baru, Kadus III Tasik Indah Dasep Maju dan beberapa warga lainnya. Sedangkan perwakilan perusahaan yakni Adrianto dari Humas PT RAPP, pihak Kepolisian Subsektor Langgam.

Namun mediasi menemukan jalan buntu dan tidak mendapatkan titik temu hingga tengah malam. Warga tidak mau membuka penutupan jalan. Perusahaan menurunkan puluhan sekuriti untuk melakukan upaya paksa membuka blokir. Diperkirakan, dengan diturunkannya security tidak menutup kemungkinan akan terjadinya bentrokan fisik antara warga dengan security perusahaan.

"Makanya sekitar pukul 22.30 Wib, pak Kapolres AKBP Aloysius Supriadi yang didamping para Kasat dan Kabar serta puluhan personil turun ke lapangan. Sesampai disana, Kapolres kembali melakukan negosiasi dengan warga dan perusahaan," tandas Lumban Toruan.

Hasil mediasi disepakati bahwa perwakilan dari masyarakat dusun III Tasik Indah didampingi oleh Kapolsubsektor Langgam pergi ke Polres Kampar untuk mengajukan penangguhan terhadap Analiser dan Saipudin. Selanjutnya aksi pemblokiran berakhir sekitar jam 00.25 Wib dan kondisi kembali aman. (jul)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini