Puluhan Massa BUMMI Tuntut Polda Riau Brantas Mafia Barang Ilegal

Redaksi Redaksi
Puluhan Massa BUMMI Tuntut Polda Riau Brantas Mafia Barang Ilegal
xxx-riaueditor
massa BUMMI dalam aksinya berunjuk rasa di depan Mapolda Riau

PEKANBARU, riaueditor.com - Puluhan massa dari Aliansi Bengkalis Untuk Melawan Mafia Internasional (BUMMI) menggelar unjuk rasa digerbang masuk Mapolda Riau, Selasa (2/2/2016) siang. Para mahasiswa ini mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas adanya dugaan mafia perdagangan ilegal yang baru-baru ini dibongkar oleh Mabes Polri dan BPOM Pusat.

"Sebelumnya dalam operasi bersama Bea Cukai itu, ditemukan ribuan barang-barang impor ilegal," teriak Didik Arianto, korlap aksi dalam orasinya.

Menurutnya, praktek dan permainan mafia internasional penyelundupan barang-barang impor ilegal itu sudah berlangsung lama di Perairan Bengkalis. Petugas juga dibuat seolah tak berdaya oleh mafia ini.

"Hal ini, selain telah merugikan negara dalam hal perpajakkan, juga membuat barang ataupun produksi dalam negeri dirugikan karena tak mampu bersaing dengan produk-produk impor," kata Didik.

Praktek impor ilegal ini, lanjutnya, sangat membahayakan industri lokal dalam menghadapi pasar bebas Asean atau masyarakat ekonomi Asean (MEA).

"Dalam MEA, produksi dalam negeri dituntut mampu bersaing dengan barang impor. Namun dengan adanya praktek ilegal dari mafia internasional, produksi lokal tidak dilirik karena barang impor itu jauh lebih diminati," katanya.

Bahkan, kata Didik, praktek impor ilegal sangat bertentangan dengan Nawacita dan kemandirian ekonomi yang selama ini digadang-gadang Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

"Keadaan ini sangat darurat, aparat kepolisian dan instansi penegak hukum lainnya serta badan pengawas barang impor harus bertindak lebih tegas," kata Didik.

Puas berorasi, Didik menyampaikan tuntutannya kepada Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Dolly Bambang Hermawan. "Pertama, Kapolda Riau harus membongkar sindikat mafia perdagangan internasional di Perairan Pulau Bengkalis hingga tuntas," ucap Didik.

Kapolda Riau juga diminta untuk menangkap dan menghukum pelaku dalam lingkaran setan mafia perdagangan ilegal.

Selanjutnya, Kapolda Riau juga didesak untuk menyita dan memusnahkan seluruh produk-produk ilegal yang berada di Bengkalis dan Riau secara umum.

"Terakhir, kita juga meminta untuk memperketat sistem ekspor dan inpor Indonesia, khususnya di kawasan perairan Bengaklis," pungkas Didik.(bot)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini