Polisi Sebut Perempuan Pembawa Anjing ke Dalam Masjid Punya Riwayat Penyakit Jiwa

Redaksi Redaksi
Polisi Sebut Perempuan Pembawa Anjing ke Dalam Masjid Punya Riwayat Penyakit Jiwa
(Doc. Net)
Perempuan membawa anjing peliharaannya ke dalam masjid

JAKARTA - Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Musyafak mengatakan bahwa perempuan berinisial SM, yang membawa anjing ke dalam masjid diketahui menderita penyakit jiwa sejak tahun 2013 silam.

Dia kemudian menceritakan kondisi kejiwaan SM berdasarkan dua dokter yang menangani SM.

"Jadi gini ya, kita ketemu dokter spesialis jiwa dari Bogor, nah untuk lebih profesional kita sengaja datangkan dua dokter psikiater yang notabene pernah merawat SM, yaitu dokter Lahargo sama dokter Leni ya, Lahargo dinas di RS Marzuki Mahdi dan Siloam Bogor, dan yang bersangkutan juga rawat jalan di sana. Kemudian dokter Leni dinas di RS Primer," kata Musyafak kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin, (01/07/2019).

Dia menegaskan jika SM sejak tahun 2013 kadang rutin kontrol, kadang juga tidak. Padahal dokter sudah menyarankan agar SM melakukan rawat inap, namun yang bersangkutan selalu menolak.

"Jadi Saudari SM pada 2013 itu sudah ditangani dokter Lahargo tersebut, rawat jalan dan disarankan rawat inap tidak pernah mau sehingga kadang-kadang kontrol, kadang tidak," papar Musyafak.

Kemudian SM, sebut Musyafak, juga dinilai jarang menjalani kontrol medis dan jarang minum obat-obatan yang diberikan dokter Lahargo. Karena itu, SM masih mengalami gangguan kejiwaan.

"Kadang-kadang kontrol, kadang tidak, dan bahkan dikasih obat kadang diminum, kadang juga tidak, makanya boleh dikatakan adanya kelainan kejiwaan itu masih labil tidak terkontrol," ungkapnya.

Musyafak juga menerangkan SM sudah berobat ke RS Marzuki Mahdi dari 2013 hingga 2019. Menurutnya, terakhir kali SM berobat sekitar 2 minggu lalu tapi tidak pernah minum obat.

"Kalau di Marzuki Mahdi itu sudah sejak 2013 sampai kemarin 2 minggu lalu kontrol, hanya saja obat yang dikasih infonya tadi dan kebetulan nengok sama dokternya memang sampaikan tidak diminum," ucap Musyafak.

Musyafak menduga SM menolak dilakukan rawat inap di Bogor karena keinginan sendiri.

"Ini mungkin dominan sehingga yang bersangkutan betul-betul tidak mau dikendalikan, nggak mau diarahkan, nggak mau, karena ini memang berpendapat barangkali tidak sakit. Ini juga mempengaruhi," ujar Musyafak.

Sebelumnya, SM bikin geger lantaran membawa seekor anjing masuk ke Masjid Al-Munawaroh, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (30/6) pukul 14.00 WIB. Polisi lalu mengamankan perempuan itu.

"SM memasuki Masjid Al-Munawaroh dengan membawa hewan anjing dengan tujuan mencari suaminya," kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky.

(jarrak.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini