Petani di Mahato Tewas Diterkam Buaya Dari Atas Perahunya

Redaksi Redaksi
Petani di Mahato Tewas Diterkam Buaya Dari Atas Perahunya
ist.

ROHUL, riaueditor.com - Sungai Puntung Rawa 1000, Desa Mahato, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau, menjadi saksi bisu keganasan seekor buaya yang menerkam Susanto (46) saat akan ke ladang dengan menggunakan sebuah perahu kecil, Minggu (6/8/2017) sekitar pukul 10.00 Wib.

Korban yang tak kuasa melawan keganasan seekor buaya muara itu, menerkamnya dari bawah perahu dan menarik hingga kedasar sungai, sehingga tubuh korban dicabik-cabik oleh gigitan buaya ganas dan mengakibatkan korban tewas seketika ditempat.

Usai peristiwa tragis tersebut, tak lama pihak kepolisian setempat datang setelah mendapatkan laporan langsung dari warga dan melakukan pencaharaian keberadaan jasad korban di lokasi kejadian. Hasilnya jasad korban ditemukan sudah tak bernyawa lagi dan kondisi korban sudah tidak utuh lagi seperti semula .

"Benar, korban diterkam oleh seekor buaya muara, dimana saat sebelum kejadian korban bersama rekannya akan menuju ladang dengan meniti sungai kecil dengan menggunakan perahu," terang Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo pada oketimes.com saat dikontak lewat ponselnya, Senin (7/8/2017) siang.

Disebutkan Guntur, informasi yang didapatkan petugas, kala itu korban masih di atas perahu, tiba-tiba muncul seekor buaya yang langsung menerkam korban yang duduk di belakang. Rekan korban kaget dan tidak dapat berkutik melihat keganasan buaya.

Korban mencoba melawan, namun kuatnya tenaga buaya itu, membuat korban tak berdaya yang hanya pasrah dibawa ke dasar sungai.

"Usai mendapatkan laporan, petugas yang dibantu warga langsung menyisir lokasi dimana saat kejadian naas itu. Upaya yang dilakukanpun berhasil dengan menemukan korban dalam keadaan tewas dengan luka gigitan di tubuh korban," jelas Guntur.

Dari hasil otopsi yang dilakukan pihak medis, korban mendapatkan luka gigitan sebanyak 13 liang di paha kiri dan 1 luka robek pada pinggulnya. Saat ini korban sudah dikebumikan oleh pihak keluarganya.

"Untuk kasus ini diimbau warga yang berada di pinggir sungai agar lebih berhati-hati lagi dengan bahaya binatang predator yang suatu saat akan memangsa korban," saran Guntur. (ars)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini