Dugaan Pencabulan Yopi Arianto

Pertemuan NP Dengan Bupati Yopi Melalui Perantara SP

Redaksi Redaksi
Pertemuan NP Dengan Bupati Yopi Melalui Perantara SP
ilustrasi
RENGAT, riaueditor.com- Dugaan Tindak Asusila Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Yopi Arianto terhadap Nofita Putri (23) Pegawai Honorer di Satpol PP Inhu terjadi di sebuah Hotel Berbintang di Pekan Baru. Awalnya pertemuan tersebut sempat gagal, karena bersamaan wafatnya ayahanda Yopi Arianto Sugianto (alm). Barulah pada pertemuan kedua sekitar akhir April 2011.

Awalnya Nofita Putri menerima telpon dari Bupati Yopi yang memerintahkannya berangkat ke Pekanbaru. di Ibukota Provinsi tersebut, Putri diminta bertemu dengan SP, seorang Kabid (Kepala Bidang) di Salah satu Dinas di Jajaran Pemkab. Inhu, melalui SP putri akhirnya dipertemukan dengan Bupati Inhu Yopi Arianto.

Sebagai catatan, Putri bersedia memenuhi ajakan pertemuan di Pekanbaru, karena sudah berulang kali Bupati Yopi melambungkan angan-anganya dengan beragam janji. Mulai akan dinikahi sampai diangkat jadi PNS.

Sesuai arahan Bupati Yopi, Putri bertemu SP di sebuah hotel berbintang di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru. Kepada Putri, SP tak banyak bicara. Hanya mengatakan kalau Putri disuruh menunggu Bupati Yopi di sini sambil menyerahkan kunci kamar.

Setelah menerima kunci, Putri lantas masuk kamar. SP sempat mengantarkan Putri sampai ke dalam kamar. Di dalam kamar, SP menelpon Bupati Yopi dan mengabarkan kalau Putri sudah bersama dirinya, Setelah itu SP pamit. Tinggalah Putri seorang diri dalam kamar hotel berbintang empat tersebut.

Sekitar satu jam kemudian pintu kamar Putri diketuk, Begitu pintu dibuka munculah Bupati Yopi Arianto mengembangkan senyum kepada Putri. Pintu kemudian ditutup dan dimulailah pangkal masalah dari cerita ini.

"Begitu pintu kamar ditutup, Pak Bupati langsung memeluk saya. Mencium saya dan akhirnya mendorong saya rebah ke tempat tidur," tutur Putri.

Setelah itu, terjadilah apa yang dinginkan Bupati Yopi. Putri mengaku tak bisa berbuat apa-apa, selain menerima semua perlakukan Bupati Yopi terhadap dirinya. Tak berdaya. Meskipun digauli dengan paksa dan dengan cara-cara yang menurutnya tak lazim.

"Pokoknya aneh cara Pak Bupati memperlakukan saya ketika itu," kenang Putri tanpa bersedia merincikan seperti apa perlakuan Bupati Yopi kepada dirinya.

Bupati Yopi tak terlalu lama berada bersama Putri di kamar Hotel tersebut. Setelah hasratnya tersalurkan dan istirahat beberapa saat, Bupati Yopi pamit pergi dengan alasan punya tugas penting yang harus segera diselesaikan. Sebelum pergi, bupati yang juga Ketua DPD Partai Golkar Inhu tersebut meninggalkan uang Rp. 800 ribu di atas meja kamar hotel.

Sepeninggalan Bupati Yopi, Putri termenung dan merasa bingung dengan apa yang baru saja terjadi. Semua berlangsung begitu cepat. Bupati datang. Memeluknya dan akhirnya menggauli dengan kasar. Setelah itu pergi begitu saja.

Setelah pergi, Bupati Yopi tak pernah lagi menghubungi Putri. Mayoret Marching Band Satpol PP Inhu tersebut dibiarkan sendirian di kamar hotel, tidak ada perhatian lagi, bahkan sampai Putri meninggalkan hotel, Bupati Yopi dan SP tak bisa dihubungi, telpon masukpun tak pernah diangkat. (ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini