Penyebab Kematian Budiman Masih Misteri

Redaksi Redaksi
Penyebab Kematian Budiman Masih Misteri
ilustrasi.net
RENGAT, riaueditor.com- Misteri kematian Budiman (26) warga Desa Kuala Kilan Kecamatan Batang Cenaku, Narapidana kasus Narkoba di Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II B Rengat masih belum terjawab, sebab pihak Kepolisian belum mengantongi hasil visum yang dilakukan dokter di RSUD Indrasari Rengat.
 
"Hasil visum korban yang diduga gantung diri di dalam sel Rutan Rengat kelas II B belum ada dari RSUD Indrasari, Sehingga belum dapat dipastikan penyebab kematian korban," ujar Kapolres Inhu AKBP Aris Prestyo Indaryanto Sik melalui Kasubag Humas Polres Inhu Ipda Yarmen Djambak didampingi Kanit Reskrim Polsek Rengat Barat Ipda Aman Roni, Jum'at (11/4).
 
Kanit Reskrim Polsek Rengat Barat menyebutkan, hasil visum korban diperkirakan pada Senin (14/4) mendatang baru akan dapat diketahui hasilnya. Karena berdasarkan keterangan dari pihak RSUD Indrasari, dokter yang bersangkutan sedang dinas luar.
 
Namun demikian sebutnya, secara umum untuk ciri-ciri kematian akibat gantung diri ditemukan terhadap korban, seperti adanya keluar air mani, lidah terjulur dan adanya keluar kotoran korban.
 
Sementara itu untuk hasil visum sebagai bukti tambahan atas penyebab kematian korban. "Visum juga dapat dijadikan petunjuk atas penyebab kematian korban dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk dilakukan penyelidikan," ungkapnya.
 
Untuk itu sebutnya, sebelum hasil visum dapat diketahui, maka belum dapat ketahui penyebab kematian korban. "Mari sama-sama kita tunggu hasil visum tersebut dan sebelum hasil visum keluar hendaknya jangan membuat asumsi lain," harapnya.
 
Sebagaimana diketahui, korban yang menjalani masa hukuman atas kasus narkoba selama 1 tahun 4 hari dari vonis 5 tahun 6 bulan pada Selasa (8/4) pukul 07.30 Wib kemarin ditemukan gantung diri di Blok B kamar 2. Korban diketahui pertama kali oleh petugas jaga Rutan usai aplusan dari jaga malam ke jaga pagi.
 
Sementara itu Syamsuri orang tua dari Narapidana yang gantung diri, Budiman (26) di Rutan Rengat, Selasa (8/4) menyatakan bahwa anaknya mengatakan sudah tidak kuat lagi berada didalam Rutan LP Kls II Pematang Reba.
 
Dirinya mengaku sering dipukuli jika tidak memberikan uang yang diminta oleh pihak Rutan, inisial T, ungkap orang tua korban menirukan perkataan anaknya.
 
Menurutnya, bisa jadi setelah anaknya menelpon tersebut, anaknya mendapatkan hukuman karena menggunakan HP di Rutan dan kondisi tersebut membuat anaknya makin tertekan, sehingga mengambil jalan pintas dengan melakukan gantung diri, ujarnya. (ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini