Meredam Suara Tangis Ditengah Riuh Buldozer

Redaksi Redaksi
Meredam Suara Tangis Ditengah Riuh Buldozer
PEKANBARU(RIAUEDITOR.COM)- Sebuah pemandangan yang cukup mengusik hati nurani. Suara tangis terdengar sayup dari sudut bangunan. Seorang ibu yang sudah lanjut usia terkilai lemas diapit dua bocah tidak lain putra-putrinya.

Tidak perlu diragukan lagi, tetesan air mata sang wanita tua itu adalah bentuk kekecewaan dirinya atas eksekusi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri, Pekanbaru. Seiring dengan linangan air mata, mesin buldozer terus meraung meruntuhkan puing-puing bangunan. Beberapa meter dari lokasi tersebut terlihat aparat berseragam coklat disertai senjata lengkap.

Mulai kepolisian hingga Brimob turun ke lokasi. Masyarakat yang enggan atas eksekusi sempat pula melakukan pagar betis. Namun apa ada, semua itu hanya dilakukan sesaat saja. Jumlah kekuatan personil dengan masyarakat sekitar tidak sebanding. Kericuhan sempat pecah.

suasana semakin runyam. Wak media yang berada dilokasi ikut sibuk mengabadikan setiap peristiwa yang terjadi. Tidak terkecuali riaueditor yang ikut menjadi saksi mata atas eksekusi lahan berlangsung. Pengamanan berlanjut hingga malam hari sebagai langkah antisipasi adanya gangguan keamanan. dm
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini