Konflik TPP Dengan Masyarakat Dalam Pantauan Menkopolhukam

Redaksi Redaksi
Konflik TPP Dengan Masyarakat Dalam Pantauan Menkopolhukam
Demo warga terkait perpanjangan HGU PT TPP.
RENGAT, riaueditor.com - Konflik yang terjadi antara Masyarakat dengan PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP) terus dalam pantauan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI. Penegasan ini disampaikan oleh Edi Taruno Tokoh Masyarakat Kembang Harum Pasir Penyu yang juga Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Pasir Penyu, Saptu (1/2).

Menurutnya, senang atau tidak senang perkebunan kelapa sawit PT TPP kebun Air Molek Kab Indragiri Hulu Riau Group PT Astra Agro Lestari, Tbk itu sebentar lagi akan menelan pil pahit sebutnya.

Edi Taruno mengatakan kebenaran yang dizhalimi selama ini kiranya akan mendapat keberhasilan, sebagai umat manusia warga masyarakat yang berjuang, dengan tidak mendahului sang maha Kuasa, dengan penuh keyakinan dan kesabaran menunggu insya allah buah yang sudah masak bakalkan gugur.

Nasib PT.TPP dalam waktu dekat ini akan ditentukan pemerintah dalam hal ini BPN RI, terhadap  perpanjangan SK 90 HGU PT.TPP akan ditinjau ulang kembali, karena dalam penerbitan SK 90 banyak kejanggalan dengan tidak memperhatikan hak-hak rakyat sebagai mana yang telah diatur dalam peraturan perundang undangan, dari hasil rapat di PAP DPD RI hari Rabu tgl 29 Januari 2014.

Sebagaimana yang diberitakan di beberapa media online yang telah menggiring kepermasalahan penyelesaian terhadap tuntutan hak rakyat, Edi Taruno menyebutkan menjelang arah penyelesaian hak warga masyarakat yang berjuang, diminta warga masyarakat jangan mau diprovokasi oleh pihak yang tidak mengerti dengan arti perjuangan.

"Apalagi dalam rapat PAP DPD RI di Jakarta tanggal 29 januari 2014 permasalahan tuntutan telah menjadi perhatian Pejabat Kemenkopolhukam dan kepolisian setempat sejalan dengan Inpres No 2 Tahun 2013 , tunggu saja hari penentuan ,yang tidak punya kepentingan jangan hanya pandai berbicara, dan tidak bisa berbuat, dan tidak perlu didengar, biarkan saja mereka berkata apapun", tegasnya.

Bagi oknum-oknum yang menjadi provokator selama ini terhadap warga masyarakat yang berjuang diminta untuk tidak memperburuk situasi, mereka selama ini seakan-akan menempatkan diri mereka sebagai pihak yang benar, biarkan masyarakat berjuang untuk menuntut hak mereka yang telah dirampas selama puluhan tahun, tutupnya. (ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini