KSPSI Kubu Rusli dan Saut Bubar Paksa Konferda Kubu Herman-Nursal Tanjung

Redaksi Redaksi
KSPSI Kubu Rusli dan Saut Bubar Paksa Konferda Kubu Herman-Nursal Tanjung
jt
KSPSI Kubu Rusli dan Saut Bubarkan Konferda Kubu Herman-Nursal Tanjung
PEKANBARU, riaueditor.com - Dibubarkanya Konferensi Daerah Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi (Konferda) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Gedung daerah kompleks Gubernuran, Pengurus Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Riau kubu Rusli Ahmad - Saut Sihaloho menganggap pembubaran paksa Konferda KSPSI kubu Herman-Nursal Tanjung memang pantas dilakukan karna tidak konferatif.

Kata Rusli, ada beberapa alasan, pertama tidak ada izin dari kepolisian. Kedua konflik internal persoalan KSPSI di Riau belum tuntas karena hanya mementingkan kepentingan kubu Herman-Nursal Tanjung, ketiga kegiatan Konferda diselenggarakan di Gedung Daerah milik pemerintah beserta fasilitasnya, sudah melanggar undang undang.

"Prinsipnya kami tidak mempermasalahkan Konferda ini. Tapi selesaikan dulu persoalan KSPSI Riau. Ini tidak, udahlah kegiatan diselenggarakan di Gedung Daerah, penyambutannya juga menggunakan fasilitas pemerintah, tak berizin pula," kata Rusli, saat menggelar konfrensi pers di Arya Duta, usai membubarkan paksa Konferda KSPSI kubu Herman-Nursal Tanjung, Sabtu (9/5/15).

Mantan anggota DPRD Riau ini menegaskan, sangat menghormati kehadiran Bung Yoris, meski pada pembubaran paksa oleh ratusan massa dari kubu KSPSI kubunya itu Yoris sedang memberikan kata sambutan. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi juga hadir saat itu. Akan tetapi, momentum ini justru harus dijadikan pertanyaan, benarkah sudah terjadi rekonsiliasi yang selama ini digembor-gemborkan kubu Herman-Nursal Tanjung.

"Jawabnya tentu saja tidak. Ternyata banyak kepengurusan dari berbagai daerah melakukan penolakan termasuk dengan Konferda ini," ungkap Rusli Ahmad.

Maka dari itu pula kami sekaligus mengingatkan, agar Yoris selaku Ketua Umum KSPSI hasil rekonsiliasi di pusat kembali mengevaluasi KSPSI kubu Herman-Nursal Tanjung. Banyaknya terjadi penolakan di sana-sini harusnya menjadi pertanyaan yang harus ditindaklanjuti di DPP, dan tidak pantasnya Nursal tanjung Sebagai ketua DPD Riau.

"Karena itu, jangan satu versi saja. Harusnya bang Yoris juga mendengar dari pihak lain, dan coba langsung turun ke lapangan apakah massa nursal itu ada di daerah atau tidak," tegas Rusli.

Rusli bahkan mengklaim, ratusan massa yang merengek masuk ke ruangan Gedung Daerah ketika Konferda digelar, masih terbilang sedikit. Mengingat pihaknya sengaja membatasi, agar jangan sampai aksi anarkis. Pada hal, ratusan massa lainnya yang berasal dari berbagai konfederasi di daerah sudah menyatakan siap datang membubarkan acara.

"Kami tidak berdemo, tapi cuma menyampaikan aspirasi. Supaya Ketua Umum tahu, apakah pihak Nursal yang benar atau tidak. Ternyata kami lebih banyak. Artinya kami benar. Dan ini amanat kepengurusan terdiri dari daerah," ungkap Rusli Ahmad.

Sementara Sekretaris KSPSI Saut Sihaloho mengatakan, Konferda ini seharusnya tidak perlu dilaksanakan sebelum selesainya persoalan dualisme KSPSI di Riau. Dia bahkan mengaku sudah meminta agar kegiatan Konferda setidaknya ditunda pelaksanaanya.

Tetapi karena usaha ini sepertinya belum menemui penyelesaian, maka berdasarkan aspirasi dari berbagai daerah yang tetap menolak tegas digelarnya Konferda, akhirnya aksi pembubaran pun tak terhindarkan dan massa dari kubu Hermansyah dan Nursal Tanjung dikawal keluar gedung.(jt

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini