Hanya Gegara Baju Jemuran Dipindah, Nyawa Pria Ini ‘Melayang’

Redaksi Redaksi
Hanya Gegara Baju Jemuran Dipindah, Nyawa Pria Ini ‘Melayang’
Humas Polda Riau
Tersangka PN (30) saat diamankan petugas.

PKL.KERINCI, riaueditor.com - Entah setan apa merasuki PN (30) nekat membunuh MJ (44) warga perantauan asal Palembang rekannya sendiri yang tinggal serumah di kontrakannya Jalan Lintas Timur Pangkalan Kerinci Gg. Maya Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota Kabupaten Pelalawan, Riau, hanya gegara hal sepele pada Sabtu 30 Juni 2018 malam.

Aksi nekat yang dilakukan PN kepada MJ (44) itu, dipicu hanya gara-gara korban MJ, memindahkan pakaian pelaku yang terjemur di kamar mandi, rumah kontrakan yang mereka tempati bersama anak korban ES (20), tanpa sepengetahuan korban.

Diduga, korban memindahkan pakaian pelaku PN dari kamar mandi, lantaran dinilai tidak layak pakaian bergantungan di kamar mandi, sehingga korban memindahkan pakaian tersebut tanpa sepengetahuan pelaku.                  

Tak lama kemudian, pelaku PN masuk ke kamar mandi, dan mendapati pakaian yang ia jemur sebelumnya di kamar mandi tidak terlihat lagi serta merasa kesal.

Bercampur kesal, pelaku PN mempertanyakan bajunya tersebut kepada korban MJ, akan tetapi MJ malah menasehati korban, untuk tidak menjemur baju di dalam kamar mandi.

Nasehat MJ, ternyata tidak menyadarkan pelaku PN. Malahan, pelaku beradu mulut dengan korban, seraya menyampaikan kata-kata kasar kepada korban MJ.              

Lantas, MJ pun kembali menasehati pelaku dengan benar benar meyakinkan, namun pelaku malah kian menjadi-jadi serta berencana hendak melakukan penganiayaan dan bertengkar hebat kepada korban.

Pertengkaran pun terjadi antara mereka, sehingga ES (20) anak korban mengetahui adanya suara keributan dari dalam kamar pelaku di dalam rumah tersebut.      

Setibanya di kamar pelaku, anak korban menanyakan ada apa ribut-ribut. Lantas pelaku PN, malah mengomel-ngomel dengan menyampaikan perkataan seperti tidak menyenangi korban dan anaknya itu.

Sambil emosi pelaku mengatakan "Bapak mu itu mindahin baju saya yang ada di jemuran kamar mandi dan tidak ngomong ngomong lagi," tukas pelaku kepada anak korban.

Kemudian anak korban menanyakan terus apalagi yang diributkan, akan tetapi pelaku PN malah mendorong ES dan memukul anak korban hingga terjatuh.

Selanjutnya, korban MJ datang untuk memisahkan pelaku PN dengan ES anak korban yang bertengkar hebat di kamar korban.

Tak lama kemudian, anak korban malah melihat ayahnya itu keluar dari kamar pelaku dan terjatuh dengan berlumuran darah seraya melihat dibagian dada sebelah kiri ayahnya serta pergelangan tangan sebelah kanan korban sudah terluka akibat luka tusukan yang dilakukan pelaku.

Usai melukai korban MJ, pelaku PN langsung melarikan diri dan meninggalkan korban begitu saja tergeletak di depan pintu kamarnya.

Melihat korban Mj sudah luka para, anak korban beruapaya melarikan ayahnya tersebut ke rumah sakit terdekat, namun sebelum tiba di rumah sakit, korban MJ yang juga ayahnya ES, tengah meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Merasas menjadi korban pembunuhan dan penganiyaan, korban ES melaporkan perbuatan pelaku PN Mapolres Pelalawan, guna proses hukum lebih lanjut.

Usai mendapatkan laporan korban, Polres Pelalawan bersama Polsek Pkl. Kerinci melakukan proses penyelidikan atas keberadaan pelaku.

Dari hasil penyelidikan diduga pelaku melarikan diri ke arah Kec. Pangakalan Kuras, sehingga personel Polsek Pkl. Kuras pun melakukan razia di Jalan Lintas Timur atau tepatnya di depan Mapolsek Pangakalan Kuras.

Tidak lama kemudian, petugas melakukan penyetopan sebuah Kendaraan Bermotor Suzuki Karimun warna Silver BA 1161 NP dan mendapati pelaku di dalam mobil tersebut.

Meski sudah diketahui petugas, pelaku berupaya untuk kabur. Akan tetapi upaya tersebut tidak berhasil dilakukan pelaku, lantaran petugas piket gabungan Polsek Pangkalan Kuras dan Polres Pelawan dengan sigap menggagalkan upaya pelarian pelaku.    

Usai mengamankan pelaku di Polsek Pangaklan Kuras, tak lama kemudian pelaku dan mobil yang ditumpanginya langsung digelandang ke Mapolres Pelalawan, guna dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut sekaligus mempertanggungjawabkan perbutannya. (ars)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini