Dugaan Suap Noviwaldi Jusman ke KPPS, Mahasiswa Kembali Demo KPU Kota Pekanbaru

Redaksi Redaksi
Dugaan Suap Noviwaldi Jusman ke KPPS, Mahasiswa Kembali Demo KPU Kota Pekanbaru
riaueditor
Aksi mahasiswa dari AMRB saat berunjuk rasa di KPU Kota Pekambaru

PEKANBARU, riaueditor.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Aliansi Mahasiswa Riau Bersatu (AMRB) berunjuk rasa di Kantor Komisi Pemilihan Umun (KPU) Kota Pekanbaru, Kamis (04/7).


Mereka menilai adanya politik uang yang dilakukan seorang oknum Caleg DPRD Provinsi Riau, Noviwaldi Jusman kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Dapil Pekanbaru I pada Pemilihan Umum (Pemilu) Pilleg dan Pilpres April 2019 lalu.


Dalam orasi yang dibawakan oleh Korlap 

Mutakin Nasri, para mahasiswa tersebut menyampaikan beberapa poin tuntutan mereka terhadap KPU Pekanbaru. 


Poin pertama mereka menyerukan kepada pihak KPU untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pelanggaran Pemilu 2019 yang lalu baik penyelenggaran pemilu legislatif (Pileg) maupun yang lain. 


Kedua para mahasiswa itu meminta kepada KPU Pekanbaru melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga tuntas terkait adanya Caleg DPRD Provinsi Riau dari Dapil I Kota Pekanbaru bernama Noviwaldi Jusman alias Dedet yang diduga melakukan tindakan penyuapan terhadap oknum KPPS. 


Kemudian KPU Pekanbaru diminta untuk menindaklanjuti dan memproses secara administrasi terhadap Ketua KPPS Kelurahan Pesisir Kecamatan Limapuluh berinisial Is karena diduga telah menerima suap dari Noviwaldi Jusman alias Dedet yang saat ini menjabat anggota DPRD Riau dari fraksi Partai Demokrat.


Selanjutnya, AMRB meminta KPU Pekanbaru menindaklanjuti proses dugaan suap KPPS Kelurahan Pesisir Kecamatan Limapuluh sesuai dengan perundang-undangan karena diduga telah menerima suap dari NJ karena selama ini para mahasiswa milihat KPU Pekanbaru masih diam dan tidak menindaklanjuti terkait laporan tersebut.


Terlepas dari poin yang mereka sampaikan, AMRB juga mendukung profesional dan jujur Komisioner KPU Pekanbaru, namun apabila yang menjadi tuntutan mereka hari ini tidak ditindaklanjuti AMRB akan melakukan aksi lagi dengan massa yang lebih banyak lagi. 


"Jika benar-benar terbukti kami berharap agar pihak yang bersangkutan melakukan tindakan tegas dan mendiskualifikasikan Noviwaldi Jusman," pungkas Mutakin kepada riaueditor, ditemui usai melakukan aksi demo di KPU Pekanbaru. 


Terkait kasus dugaan suap yang melibatkan Noviwaldi Jusman alias Dedet ke KPPS ini, pihak kepolisian juga mulai mendalaminya. 


"Penyidik sedang memeriksa seorang saksi untuk dimintai keterangannya. Kasus ini juga masih pengaduan," kata AKP Awaluddin Rabu (26/6) lalu. 


Dia menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap laporan pengaduan ini untuk mencari unsur pidananya. 

 

"Masih tahap penyelidikan, apakah delik aduan ini ada terdapat unsur pidananya atau tidak," sebutnya.

 

Awaluddin menambahkan, penyidik akan terus mengorek keterangan saksi yang dipanggil saat ini. Setelah semua terkumpul, pihaknya kemudian akan melakukan gelar perkara untuk mengarah tersangkanya. 


"Baru satu saksi yang kita mintai keterangannya saat ini. Namun kita belum mengarah kepada tersangkanya. Masih dilakukan pendalaman terhadap saksi ini untuk Pulbaket," tutup mantan Kasat Reskrim Dumai ini. (dri) 





Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini