Dua Kubu di Kampus STIE Bangkinang `Bentrok`

Redaksi Redaksi
Dua Kubu di Kampus STIE Bangkinang `Bentrok`
sy/riaueditor.com
Mahasiswa STIE Bangkinang saat jumpa pers, Selasa (2/9) di Bangkinang.
BANGKINANG, riaueditor.com– Dua kubu satu kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bangkinang bentrok. Akibatnya Pimpinan kongres, M Damsir mengalami luka lebam dan dirawat selama 2 hari di Klinik Dr Ari di Salo. Mereka minta petinggi STIE seperti Rektor dan elit segera turun tangan guna menyelesaikan masalah.
 
Bentrok dua kubu dipicu tidak adanya kesepakatan aturan kongres BEM STIE Bangkinang yang digelar pada tanggal 29 Agustus lalu. Dimana kubu I yang dipimpin Anwar yang telah ditunjuk sebagai Sharing Comite merasa kongres dilaksanakan telah sesuai dengan AD/ART organisasi, sementara kubu II dipimpin oleh Ryan merasa bahwa kongres menyalahi AD/ART organisasi.
 
Sharring Comite (SC) Kongres, Anwar ketika dihubungi riaueditor.com, Selasa (2/9) mengatakan dirinya ditunjuk sebagai SC berdasarkan AD/ART organisasi yang di SK kan oleh Dewan Legislatif mahasiswa STIE Bangkinang yang diketuai oleh Ichsan Arif Muzaki dan ketua STIE Bangkinang Zamhir Basem dengan tugas melaksanakan kongres sesuai dengan AD/ART ditetapkan.
 
Saat acara kongres dimulai dan ketua STIE Bangkinang keluar ruang kongres sekelompok mahasiswa menyerobot masuk memukuli pimpinan sidang kongres secara membabi buta guna menggagalkan acara. Sementara pihak keamanan kongres kesulitan mengatasi  dan acara seketika terhenti, pimpinan sidang kongres dilarikan ke klinik Dr Ari di Salo.Guna keamanan lebih lanjut akhirnya kongres dibubarkan pihak kampus, Ujarnya.
 
Rektor dan Elit STIE Bangkinang diharapkan dapat memberikan solusi penyelesaian masalah perpecahan mahasiswa, jika tidak sebaiknya STIE dibubarkan saja, kata mantan presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bangkinang, Nurzali kepada riaueditor.com, Selasa (2/9) melalui seluler pribadinya 081365419XXX menyikapi terjadinya bentrokan mahasiswa pada kongres BEM STIE Bangkinang..
 
Lebih lanjut Nurzali mengatakan, bahwa petinggi STIE Bangkinang harus dapat menyatukan kembali dua kubu mahasiswa, dan berharap persoalan dapat diselesaikan secara baik dengan kekeluargaan dan tidak sampai kepada pihak kepolisian, ungkapnya.
 
Sementara itu, salah satu perwakilan kelas, Riyan yang mengikuti konggres BEM STIE Bangkinang mengatakan, bahwa kongres BEM STIE yang dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2014 lalu tidak menghasilkan terpilihnya presiden BEM STIE Bangkinang.
 
Riyan menilai, adanya sekelompok mahasiswa yang berupaya untuk memasukkan kepentingan diluar kepentingan mahasiswa di STIE. Karena tidak adanya kesepakatan peserta Kongres, maka peserta konggres membubarkan diri dan kongres terhenti dengan tidak ada terpilihnya presiden BEM STIE Bangkinang. (sy)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini