Diduga Disekap Majikan, Imelda Diberi Makan Lewat Kerangkeng dan Tak Digaji

Redaksi Redaksi
Diduga Disekap Majikan, Imelda Diberi Makan Lewat Kerangkeng dan Tak Digaji
xxx/riaueditor.com
Diduga Disekap Majikan, Imelda Diberi Makan Lewat Kerangkeng dan Tak Digaji.
PEKANBARU, Riaueditor.com - Seorang pembantu rumah tangga bernama Imelda Janunur (20) warga asal Goloropung, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga disekap majikannya berinisial In (43) yang beralamat di Jalan tengku Zainal Abidin No 999, Pekanbaru. Imelda berhasil diselamatkan polisi, Jumat (13/11) tadi, sekitar pukul 15.00 WIB.

Informasi yang dihimpun di Kepolisian Polresta Pekanbaru, penyekapan IRT asak NTT itu berawal dari adanya laporan yang diterima pihak kepolisian dari warga sekitar tempat korban bekerja. Mendapatkan laporan tersebut polisi langsung menuju ke rumah yang dicurgai dan menyelamatkan Imelda.

Dirumah tersebut, Imelda diperlakukan manusiawi, karena selain tinggal dikamar yang berantakan, pintu kamar juga dipasangi terali layaknya sel tahanan dan dikunci majikannya dari luar. Tak hanya itu, untuk makanan keseharian, diberikan melalui jendela yang juga dipasangi terali besi.

Saat ini, Imelda telah dibawa ke Mapolresta Pekanbaru, untuk dimintai keterangannya. "Kita masih mintai keterangannya, untuk majikannya yang mempekerjakannya juga telah kita amankan guna proses selanjutnya," sebut Kasat Reskrim AKP Bimo Arianto, Jumat malam.

Menurutnya, kepada polisi Imelda megakui jika dirinya sejak bekerja di rumah majikannya kurang lebih sekitar lima tahunan, ia belum pernah sekalipun mendapat gaji. "Kita akan gali keterangan korban, apalagi dia tak diperlakukan secara manusiawi," ujar Bimo.

Terpisah, majikan korban yang ditemui di lantai tiga Mapolresta Pekanbaru, tempat korban dimintai keterangan mengatakan jika ia dan istrinya tak pernah melakukan penyekapan dan memperlakukan korban secara tidak manusiawi.

"Dia (Imelda) hanya tiga hari saya berada dikamarnya dan sengaja kami kunci dari luar agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, dirumah tempat saya tinggal ada karyawan laki-laki yang berjumlah tujuh orang, saya takut nanti terjadi apa-apa pada Imelda," kata Nico Lie (50).

Dikatakan Niko, untuk kebutuhan Imelda sehari-hari, termasuk makanan dan jajanannya selalu diberikan, dia tingggal meminta langsung dibelikan. Saat saya pergi keluar kota, juga telah kita stokkan makanan buat Imelda termasuk minumnya.

"Untuk gaji kita tak pernah menahannya, Imelda yang menyuruh menyimpannya ke saya, alasannya uang itu untuk tabungannya kalau dia mau pulang. Jadi tidak benar jika dia kita perlakukan tak manusiawi," sambung Nico.(xxx)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini