Didemo, Pendeta HKBP Sumber Sari Batal Dilantik

Redaksi Redaksi
Didemo, Pendeta HKBP Sumber Sari Batal Dilantik
fin/riaueditor
Sejumlah pemuda gereja tampak menerobos brikade polisi naik ke lantai II gereja HKBP Sumber Sari sesaat sebelum pelantikan pendeta yang baru yang akhirnya ditunda, Minggu (27/3).
PEKANBARU, riaueditor.com - Sesuai agenda, Pdt. Kepas Purba STh sedianya dilantik hari ini sebagai pendeta Ressort Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Sumber Sari Pekanbaru, Minggu (27/3). Namun akibat protes warga jemaat, pendeta HKBP pindahan asal Duri Kabupaten Bengkalis tersebut, batal dilaksanakan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, prosesi acara untuk melantik Kepas Purba yang dipimpin oleh Paraeses HKBP, Banggas Simanungkalit, sudah memasuki pertengahan acara.

Namun ketika Banggas Simanungkalit akan melantik Kepas Purba, ratusan pemuda jemaat HKBP yang tadinya hanya duduk-duduk di halaman gereja, langsung bangkit menuju tempat acara berlangsung. Alhasil, brikade puluhan polisi yang berjaga di tangga lantai II gereja pun mereka terobos dan masuk seraya meneriakkan penolakan.

Wakapolresta Pekanbaru AKBP Putut Wicaksono yang memimpin langsung pengamanan kemudian bangkit dan mencoba berdiskusi dengan pihak pengurus gereja. Hingga pada akhirnya, Kombes Pol Sinambela yang sengaja datang untuk mencoba menengahi kedua pihak yang bertikai, meminta Paraeses Banggas Simanungkalit untuk menunda pelantikan.

Penundaan pelantikan ini kemudian disambut gembira oleh ratusan jemaat yang menyesaki gereja. Bahkan saking gembiranya, salah seorang warga yang dicurigai sebagai provokator karena teriakannya kita menang......menang dan dia sempat diamankan polisi. Namun setelah dihadapkan dengan Wakapolres Putut, ia akhirnya dilepaskan.  

Selang beberapa saat kemudian, Kombes Sinambela didampingi Wakapolresta Putut, Paraeses Banggas Simanungkalit, Pdt Kepas Purba bersama sintua gereja melakukan diskusi di salah satu ruangan.

Dalam diskusi tersebut, Kombes Pol Sinambela terlihat geram terhadap sikap Parases Banggas Simanungkalit yang kurang membaca situasi.

"Kalau pelantikan tetap dipaksakan saya khawatir ini bisa memancing suasana tak kondusif. Seharusnya selaku pemimpin HKBP bijak dalam membaca situasi. Jangan dipaksakan. Kalau sudah 80 persen yang menolak, semestinya pak Paraeses bijak. Ini saya sampaikan sebagai salah seorang  warga jemaat HKBP bukan atas nama korps saya sebagai polisi, meski saya bukan bergereja di HKBP Sumber Sari ini. Apa bapak-bapak tak malu melihat suasana seperti ini," ujarnya bertanya.

Selanjutnya, dalam diskusi tanya jawab tersebut, akhirnya mereka sepakat untuk menunda pelantikan pendeta yang baru sampai waktu yang belum ditentukan.

Menariknya, begitu Paraeses Banggas Simanungkalit bersama pendeta Kepas Purba keluar dari ruangan dengan dikawal petugas Kepolisian melintas ditengah-tengah puluhan jemaat, keduanya pun disoraki. (fin)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini