Pasca Jemput Paksa Warga Pungkat,

Aktivitas Belajar Mengajar di SD 005 Desa Pungkat `Lumpuh`

Redaksi Redaksi
Aktivitas Belajar Mengajar di SD 005 Desa Pungkat `Lumpuh`
wan/riaueditor.com
Aktifitas Belajar Mengajar di SDN 05 Pungkat Lumpuh.
PUNGKAT, riaueditor.com– Aktivitas belajar mengajar di SD 005 Desa Pungkat Kecamatan Gaung masih lumpuh, pasca penyerbuan pasukan Brimob dalam rangka menangkap warga yang terindikasi membakar alat berat milik PT SAL.

Dari sini tercermin adanya indikasi pelanggaran HAM, karena berimbas ke dunia pendidikan anak-anak, dengan hilangnya kemerdekaan sang anak untuk menjalani aktifitas belajar mengajar sebagaimana yang diatur di dalam peraturan perundang–undangan.

Menurut Asiah salah seorang warga pungkat kepada tim investigasi PWI, Rabu (13/8), semenjak kedatangan Brimob untuk menangkapi warga, anak-anak tidak berani datang ke sekolah. "Jangankan pergi ke sekolah pak, makan saja kami sekarang tidak terurus," ujarnya sambil menitikan air mata.

Asiah menambahkan, keberadaan beberapa guru dan Kepala Sekolah (Kasek) SD 005, hingga saat ini juga belum jelas. Sebab pada saat penggerebekan oleh aparat  Brimob, sebagian besar laki-laki yang ada di Desa Pungkat ikut melarikan diri tanpa arah yang jelas.

Menyikapi persoalan ini, Hidayat Hamid SPdi anggota Tim Investigasi yang tergabung dari PWI, KNPI dan LSM mendesak dilakukan penyelidikan independen oleh pihak terkait dalam hal ini KOMNAS HAM dalam rangka menggali fakta-fakta indikasi pelanggaran HAM yang dilakukan aparat. Supaya nantinya kasus pungkat ini jangan sampai menjadi noda hitam dalam perjalanan HAM di Inhil.

Selain itu dirinya meminta kepada KOMNAS Perlindungan Anak (PA) untuk langsung turun ke lokasi. Sebab saat ini, anak-anak disana terutama ditingkat sekolah dasar masih trauma akan keganasan aparat brimob dalam menangkap warga.

"Kita harus bertindak cepat menyelamatkan anak-anak disana. Sebab kalau gangguan psikologis berlangsung lama, tentunya akan sangat berdampak pada dunia pendidikan. Dan mau dibawa kemana lagi negeri ini, jika putera-puteri penerus bangsa sudah terpukul mentalnya," kata Dayat yang juga merupakan Wakil Ketua KNPI Inhil. (wan)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini