5 Fakta Terkait Kabar Dugaan Sistem Jaringan BIN yang Diretas Hacker China

Redaksi Redaksi
5 Fakta Terkait Kabar Dugaan Sistem Jaringan BIN yang Diretas Hacker China
Ilustrasi hacker. Clint Patterson/Unsplash

JAKARTA - Sistem jaringan Badan Intelijen Negara (BIN) dikabarkan mengalami kebocoran data. Hal itu diungkapkan Insikt Group yang melaporkan adanya peretasan di 10 kementerian dan lembaga negara di Indonesia, salah satunya BIN.

Sistem jaringan internet milik BIN dan 9 kementerian lainnya itu diduga disusupi kelompok hacker bernama Mustang Panda.

Namun, BIN membantah kabar bahwa sistem jaringan internalnya diretas oleh hacker asal China tersebut.

Pihaknya memastikan bahwa saat ini server mereka dalam kondisi aman terkendali dan tak ada pembobolan jaringan ataupun server.

"Hingga saat ini server BIN masih dalam kondisi aman terkendali dan tidak terjadi hack sebagaimana isu yang beredar bahwa server BIN diretas hacker asal China," jelas Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto kepada Liputan6.com, Selasa (14/9/2021).

Meski begitu, Wawan menyatakan, serangan siber ke lembaganya merupakan hal yang wajar.

Berikut sederet fakta terkait kabar sistem jaringan internet BIN yang diduga diretas dihimpun Liputan6.com:

1. Sebut sebagai Hal yang Wajar

Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menyatakan, serangan siber ke lembaganya merupakan hal yang wajar.

Pernyataan ini merepons kabar bahwa sistem jaringan internal BIN diretas oleh hacker China.

"Serangan siber terhadap BIN adalah hal yang wajar, mengingat BIN terus bekerja untuk menjaga kedaulatan NKRI dan mengamankan kepentingan nasional rakyat Indonesia," kata Wawan kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini