5 Januari Tak Lagi Diperingati Sebagai Hari Jadi Kota Rengat

Redaksi Redaksi
5 Januari Tak Lagi Diperingati Sebagai Hari Jadi Kota Rengat
foto: inhusatu.com
H Wasmad Rads saat menabur bunga di Sungai Indragiri pada peringatan peristiwa bersejarah 5 Januari 2013.
RENGAT, riaueditor.com - Tanggal 5 Januari yang pada masa Kepemimpinan Thamsir Rachman diperingati sebagai Hari Jadi Kota Rengat, kini tak lagi diperingati. Pasalnya tanggal 5 Januari 2014 hanya diperingati dengan melakukan Renungan Suci di Tugu Pahlawan yang berada persis didepan kediaman Bupati Inhu pada malam pergantian tanggal dari 4 Januari ke 5 Januari, yang dipimpin langsung oleh Bupati Inhu Yopi Arianto SE.

Tidak ada pernyataan resmi terkait hal ini namun juga tidak ada spanduk-spanduk maupun kegiatan yang menandakan bahwa pada tanggal 5 Januari yang jatuh pada hari minggu diperingati sebagai hari jadi Kota Rengat.

Sebagaimana diketahui bahwa pada tanggal 5 Januari 1949 telah terjadi pembantaian secara besar-besaran terhadap warga sipil dibeberapa bagian daerah di Inhu, dan korban terbesar berada dikota Rengat yang menelan korban ribuan warga sipil, termasuk salah satunya adalah Bupati Tulus yang saat itu menjadi Bupati Indragiri.

Peristiwa yang dikenal dengan Agresi Belanda II ini menjadi Catatan Kelam bagi Masyarakat Inhu, serta menjadi duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Banyak pihak yang menentang penetapan 5 Januari sebagai Hari Jadi Kota Rengat, sebab hal ini dianggap sebagai upaya pengaburan sejarah.

Salah seorang Ahli Waris Korban Keganasan Agresi II Susilowadi bahkan menggelar sebuah Acara yang bertajuk Balada Indragiri di Desa Titian Resak Kecamatan Siberida Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), hal ini untuk memperlihatkan kepada Warga betapa kejam dan ganasnya Peristiwa Pembantaian yang terjadi pada tanggal 5 Januari 1949 tersebut.

Diusianya 86 tahun lebih, HM Wasmad Rads salah seorang pelaku sejarah masih mampu menceritakan sejumlah nama, tempat, dan urutan kejadian dari beragam peristiwa yang dilaluinya, termasuk tragedi berdarah 5 Januari 1949. Hatinya teriris ketika menyaksikan begitu banyak orang salah paham memaknai 5 Januari di Kota Rengat.

Mantan Komandan Markas Bataliyon III, Resimen IV, Banteng Sumatera berpangkat Letnan Muda TNI AD ini menegaskan bahwa 5 Januari bukanlah hari jadi Kota Rengat. 5 Januari adalah hari berkabung atas peristiwa berdarah Agresi Militer Belanda ke-2. 5 Januari juga harus dijadikan hari untuk introspeksi diri dan mengenang kembali peristiwa masa lalu sebagai motivasi untuk melangkah di hari esok. 5 Januari jangan dijadikan hari jadi Kota Rengat karena akan mengaburkan sejarah keberadaan Rengat yang sudah sangat panjang, ungkap Wasmad.

Dari catatan sejarah, ungkap Wasmad, Rengat sudah disebut-sebut sejak abad ke-9 dan ke-10 seiring dengan kehadiran Kesultanan Indragiri. Bahkan jauh sebelum Agresi militer Belanda ke-2, Kota Rengat sudah dikenal sebagai kota pelabuhan yang ramai.

Alhamdulillah, sejak tahun 2010 atau dimasa kepemimpinan Bupati Inhu Yopi Arianto 5 Januari tidak lagi dijadikan hari untuk berpesta. Tetapi diperingati sebagai hari bersejarah. Malam tanggal 5 Januari selalu diisi dengan baca Yaasin bersama dan pada tanggal 5 Januarinya dilaksanakan upacara serta tabur bunga. Tidak ada lagi sidang istimewa DPRD Inhu tentang hari jadi Kota Rengat, ujarnya.(Al)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini