Dari 34 Kasus, Tim Satgas Karlahut Tangkap 44 Pelaku Pembakar Lahan dan Hutan Riau

Redaksi Redaksi
Dari 34 Kasus, Tim Satgas Karlahut Tangkap 44 Pelaku Pembakar Lahan dan Hutan Riau
Penrem 031/Wirabima
Dari 34 Kasus, Tim Satgas Karlahut Tangkap 44 Pelaku Pembakar Lahan dan Hutan Riau
PEKANBARU, riaueditor.com - Senin (21/3/2016), Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi M.Si (Han) menyampaikan pada insan pers, Dari 34 kasus Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) tahun 2016 di Riau, 44 orang pelaku pembakar lahan dan hutan ditangkap Tim Satgas Siaga Darurat Karlahut Provinsi Riau.

Pelaku pembakaran lahan yang ditangkap berada di 5 kabupaten/kota pesisir timur Provinsi Riau, yaitu Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Pelalawan, Bengkalis, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai.

Hal ini dikatakan Komandan Korem (Danrem) 031/WB, Brigjen TNI Nurendi selaku Komandan Satgas Siaga Darurat Karlahut Riau seusai acara Rapat Evaluasi Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan, bertempat di Posko Karlahut Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

"Alhamdulillah, para pelaku sudah tertangkap. Ini merupakan prestasi yang meningkat dibandingkan tahun lalu. Tahun 2015 lalu dalam waktu enam bulan, kami berhasil menangkap 71 orang, dan tahun ini (2016) dari 34 kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau, dalam waktu satu bulan Tim Satgas sudah menangkap 44 orang," kata Danrem 031/Wirabima.

"ini merupakan prestasi kinerja yang luar biasa, bukan main-main," katanya lagi.

Danrem juga menjelaskan, tidak ada perlakuan khusus untuk para pelaku pembakaran lahan yang sudah ditangkap. "Tidak ada perlakuan khusus, apalagi sampai dibebaskan. Kalau ada yang diperlakukan khusus, silakan laporkan kepada penegak hukum," ujarnya.

"Kalau para pelaku  melanggar ketentuan dan peraturan yang berlaku, serta dilengkapi alat bukti yang cukup, pasti akan dihukum dan dipenjara," ungkap Komandan Satgas Siaga Darurat Karlahut Riau Brigjen TNI Nurendi.

Dalam kesempatan ini Danrem juga mengimbau kepada lurah dan kepala desa agar mengingatkan masyarakatnya untuk membuka lahan dengan cara gotong-royong.

"Kalau mau buka lahan, lakukan secara bersama-sama karena kita mengenal asas kebersamaan dan gotong-royong. Kenapa ini tidak dilakukan, padahal merupakan warisan nenek moyang. Kita harus mengaktifkan lagi kegiatan gotong-royong dan kebersamaan," paparnya.(Penrem 031/Wirabima)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini