UPT SMPN 1 Bangkinang Kota Tuntaskan Pelaksanaan MPLS 2024/2025

Redaksi Redaksi
UPT SMPN 1 Bangkinang Kota Tuntaskan Pelaksanaan MPLS 2024/2025
Para siswa-siswi baru Kelas VII UPT SMPN 1 Bangkinang Kota mengikuti MPLS yang dilaksanakan selama tiga hari di sekolah tersebut.(Foto: Ist)

KAMPAR - Para siswa-siswi baru Kelas VII Tahun Ajaran 2024/2025 UPT Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Bangkinang Kota, telah menyelesaikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (10/7/2024). Dengan berakhirnya MPLS ini, para siswa dinilai sudah siap mengikuti pembelajaran di lingkungan sekolah yang baru.

MPLS di UPT SMPN 1 Bangkinang Kota ini dilaksanakan selama tiga hari, 8-10 Juli 2024 dengan diikuti oleh sekitar 400 siswa baru yang telah lulus seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) beberapa waktu lalu.

Dalam MPLS tahun 2024/2025 ini, panitia dan pihak sekolah mengangkat tema "Mari ciptakan lingkungan belajar yang inklusif, berkebhinekaan dan aman bagi semua".

"Alhamdulillah, sekolah telah melaksanakan MPLS selama tiga hari, dan hari ini MPLS TA 2024-2025 resmi kita tutup. Para siswa-siswi kelas VII sudah siap mengikuti kegiatan pembelajaran di lingkungan barunya," terang Kepala UPT SMPN 1 Bangkinang Kota, Hj. Masniar, S. Pd, MM di sela kegiatan penutupan MPLS.

Hj. Masniar juga mengucapkan terima kasih kepada para orang tua dan wali murid yang telah mempercayakan anaknya untuk dididik di UPT SMPN 1 Bangkinang Kota ini.

"Semoga dengan kegiatan MPLS ini, anak-anak lebih mengenal lingkungan, guru-guru, teman-teman serta kakak-kakak kelasnya. Kami berharap siswa baru ini nantinya dapat mengikuti pembelajaran di sekolah ini dengan baik dan meraih prestasi," tutup Hj. Masniar.

Ada 14 materi MPLSyang dikuti oleh para siswa baru selama tiga hari. Di antaranya:
1. Praktik Sholat Dhuha (PSD).
2. Anti Korupsi
3. Baca Alquran (BA)
4. Mengajak peserta didik untuk melakukan ice breaking.
5. Mengajak peserta didik untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, berkebinekaan dan aman bagi semua.
6. Mengajak siswa untuk menonton bareng film pendek pencegahan kekerasan.
7. Learning Style-Assessment Diagnostic Non Kognitive.
8. Memainkan permainan Mitos dan Fakta.
9. Mengembangkan komitmen dan harapan melalui Kotak Harapan.
10. Memasang poster Bentuk-Bentuk Kekerasan di Sekolah.
11. Melakukan Deklarasi Anti Kekerasan.
12. Sebarkan aksimu melalui kampanye Media Sosial.
13. GO (Genesha Operation)
13. RG (Ruang Guru)

Tak lupa pula, panitia membuat deklarasi antibulying atau antiperundungan. Pihak sekolah sebut Hj. Masniar juga sangat menekankan kepada seluruh siswa-siswinya untuk tidak melakukan bulying yang nantinya akan berdampak buruk terhadap anak.

Selain kepala sekolah dan guru, sebagai fasilitator dalam MPLS UPT SMPN 1 Bangkinang Kota juga turut menyertakan pihak dari kejaksaan dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar.

Turut juga Forum Puspa Madani Kampar sebagai fasilitator memberikan pemaparan berkaitan dengan antibulying dan antiperundungan untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan di sekolah.

(Andi)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini