Penguatan IKM di Tahun Kedua, SMPN 1 Bangkinang Kota Taja IHT

Redaksi Redaksi
Penguatan IKM di Tahun Kedua, SMPN 1 Bangkinang Kota Taja IHT
Narasumber memaparkan materi pada IHT yang dilaksanakan UPT SMPN 1 Bangkinang Kota.(Foto: Ist)

KAMPAR - UPT Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Bangkinang Kota menggelar In House Training (IHT) guna penguatan penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) untuk Kelas VIII yang saat ini memasuki tahun kedua, Sabtu (8/7/2023).

Dalam IHT yang dilaksanakan untuk tenaga pengajar dan pendidik UPT SMPN 1 Bangkinang Kota ini, sebagai pemateri yakni pengawas Muhammad Hatta, S. Pd. IHT diikuti oleh sekitar 70 guru dan tenaga pendidik di SMPN 1 Bangkinang Kota.

Adapun materi yang disampaikan, pertama yakni yang berkaitan dengan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka.

Kedua, yakni materi P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), ketiga yakni Pembelajaran berdiferensiasi yang merupakan pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar peserta didik.

Dalam pembelajaran berdiferensiasi ini, guru memfasilitasi peserta didik sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap peserta didik mempunyai karakteristik yang berbeda, sehingga tidak diberi perlakuan yang sama dalam proses pembelajaran.

Sedangkan materi terakhir yakni asesmen. Asesmen ini berkaitan dengan penentuan kelulusan atau kenaikan kelas, yakni penilaian pencapaian hasil belajar peserta didik sesuai kriteria pembelajaran.

Kepala UPT SMPN 1 Bangkinang Kota, Hj. Masniar, S.Pd, MM dalam kesempatan itu menyampaikan, agar para peserta benar-benar memanfaatkan waktu yang ada selama IHT ini sefektif mungkin.

Hj. Masniar mengingatkan, agar para guru membuat dan menyiapkan terlebih dahulu apa yang dibutuhkan oleh pendidik. Hal ini agar para guru memahami apa yang akan diajarkan kepada anak didik.

"Apa yang dibutuhkan saat mengajar di dalam kelas, bagaimana menghadapi materi yang susah, diskusikan bersama. Supaya kita dapat clue dari itu semua," tutur Hj. Masniar.

IHT, terang Hj. Masniar berada dalam ruang lingkup MGMP yang akan dilaksanakan dua kali dari delapan kegiatan MGMP.

Salah satu faktor penghambat kesuksesan pembelajaran, yakni kurangnya persiapan. Oleh karenanya, sebelum guru masuk kelas, terlebih dahulu agar modul ajar ini dipelajari dan difahami.

"Jika persiapan sebelum mengajar sudah baik, insyaa allah materi pembelajaran akan dapat disampaikan dengan mudah kepada siswa," ujar Hj. Masniar lagi.

IHT di UPT SMPN 1 Bangkinang Kota dilaksanakan selama dua hari. IHT yang dilaksanakan untuk kelas VIII di tahun kedua penerapan IKM ini sangat penting bagi para guru pendidik.

Setelah IHT hari ini, selanjutnya dilaksanakan belajar bersama para guru dengan komunitasnya dalam kelompok sesuai mata pelajaran (mapel) masing-masing, dengan bimbingan 9 orang guru penggerak yang ada di UPT SMPN 1 Bangkinang Kota.(Andi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini