DR. Najmi Hayati Jadi Pemateri Antibulying di SMK Migas Bumi Melayu Riau

Redaksi Redaksi
DR. Najmi Hayati Jadi Pemateri Antibulying di SMK Migas Bumi Melayu Riau
DR. Najmi Hayati, M. Ed., Ph. D

PEKANBARU - DR. Najmi Hayati, S. Pd. I, M. Ed menjadi pemateri pada kegiatan Antibulying dan Kekerasan Antar Teman di SMK Migas Bumi Melayu Riau (BMR) Pekanbaru, Rabu (11/9/2024). Kegiatan ini bertujuan memberikan pencerahan kepada peserta didik untuk menghindari terjadinya bulying.

Kegiatan bertema "Let's Stop Bulying and Kindness" tersebut dikuti oleh seluruh siswa di SMK Migas BMR. Kegiatan dihadiri Kepala Sekolah SMK Migas BMR serta para guru.

Dalam penyampaiannya DR. Najmi Hayati mengatakan ada banyak dampak buruk akibat tindakan bulying. Salah satunya rasa trauma yang berefek negatif pada kejiwaan.

Pengaruh jangka panjang, sedikit saja bully terjadi di sekolah, imbas kecilnya adalah Anxiety, depresi dan ketakutan.

Ada 4 bentuk bulying yang kerap terjadi di sekolah. Pertama yakni bulying verbal berbentuk celaan, fitnah serta penggunaan kata-kata atau julukan tak baik untuk menyakiti orang lain.

Kedua bulying fisik, berupa pukulan, menendang, menampar, meludahi atau segala bentuk kekerasan menggunakan fisik.

Ketiga yakni bulying relasi. Bulying ini seperti memutuskan relasi dan hubungan sosial seseorang dengan tujuan pelemahan harga diri seseorang melalui pengabaian, pengucilan dan penghindaran.

"Sedangkan bentuk keempat adalah bulying melalui sarana elektronik. Seperti HP, internet, website e-mail dan sebagainya. Biasanya menggunakan animasi gambar, rekaman video yang sifatnya menyudutkan," terang DR. Najmi.

Lebih jauh, DR. Najmi mengatakan bahwa bulying merupakan tindak kriminal yang dapat dijerat undang-undang. Di antaranya UU Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014 pasal 76c, pasal 80 dan pasal 54.

Selain itu juga, tindakan bulying juga dapat dijerat UU ITE pasal 73e.

Kepada para siswa, DR. Najmi berpesan agar menjadi orang baik, menjauhi hal-hal yang bersifat bulying. Para siswa seharusnya saling mendukung dan memberikan support kepada teman.

Jika bulying tak ada lagi di sekolah, akan hadir kebahagiaan dalam belajar sehingga ilmu pun mudah didapat.

"Tanpa bulying, kader bangsa semakin sehat mental, semakin banyak berkarya dan berprestasi karna belajar dengan bahagia sudah didapatkan," ujar DR. Najmi lagi.

Di kesempatan yang sama, Kepala SMK Migas BMR, Winda Oktafia, ST, MT menyampaikan, kegiatan ini merupakan yang kedua kali dilaksanakan di sekolahnya.

Dari kegiatan ini, banyak ilmu yang didapat dari pemateri DR. Najmi Hayati, sehingga sangat membantu sekolah dalam mengarahkan siswa untuk tidak melakukan bully.

Dari penelian yang dilakukan, hasilnya saat ini hanya 5 persen saja bully yang masih tersisa. Hal itu berdasarkan hasil angket penelitian yang disebarkan.

"Kami sangat berterima kasih sehingga siswa mengetahui arah tujuan untuk kesuksesan mereka. Para siswa juga menjadi lebih confiden dan saling empati," tutur kepsek Winda Oktafia.

Di akhir penyampaiannya, kepala sekolah berharap DR. Najmi Hayati selalu sehat dan lebih banyak lagi membantu orang lain.

Pada akhir kegiatan tersebut, dilakukan deklarasi antibulying yang ditandatangani oleh seluruh siswa SMK Migas BMR.

Tentang pemateri, DR. Najmi Hayati, M. Ed., Ph. D adalah seorang pakar Psikologi Pendidikan yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Islam Riau (UIR).

DR. Najmi menyelesaikan pendidikan Master dan Ph. D di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). DR. Najmi juga seorang terapis profesional untuk anak dan orang Dewasa dalam lingkup kesehatan mental dalam pendidikan, personality dan keluarga.(Andi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini