Bekerja Sama dengan UNICEF, PKBI Riau Taja Pelatihan Manajemen Kebersihan Menstruasi dan Orientasi Aplikasi OKY Bagi Guru di Pekanbaru

Redaksi Redaksi
Bekerja Sama dengan UNICEF, PKBI Riau Taja Pelatihan Manajemen Kebersihan Menstruasi dan Orientasi Aplikasi OKY Bagi Guru di Pekanbaru
Foto: PKBI Riau

PEKANBARU - Pada tanggal 13-14 Juni 2024, telah sukses dilaksanakan kegiatan Pelatihan Manajemen Kebersihan Menstruasi dan Orientasi Aplikasi OKY Bagi Guru di Pekanbaru. Kegiatan ini dihadiri oleh 25 peserta, terdiri dari para guru dan tenaga pendidik dari Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama serta Remaja PKBI Riau di Pekanbaru.

Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan UNICEF selaku Koordinator OKY Indonesia, Edina Kirman yang menyampaikan pentingnya edukasi tentang kesehatan reproduksi dan manajemen kebersihan menstruasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan remaja di sekolah.

Selanjutnya Ketua Pengurus Daerah PKBI, Drs. H. Khairunnas menekankan peran penting guru dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif serta peran PKBI yang akan mendukung upaya tersebut.

Setelah sambutan dan pembukaan, acara dilanjutkan dengan Penyerahan Simbolis Prototype OKY berupa Permainan Edukasi tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi dan OKY kepada Guru dan Tenaga Pendidik perwakilan sekolah yang diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih jauh aplikasi OKY yang dirancang untuk membantu manajemen kebersihan menstruasi. Acara dilanjutkan dengan Foto Bersama serta Pre-Test untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum paparan dilakukan.

Sesi inti pun dimulai dengan Paparan mengenai Pentingnya Edukasi Manajemen Kesehatan Menstruasi dan Pubertas Remaja di Sekolah disampaikan oleh dr. Khairi Prawira dari Puskesmas Pekanbaru Kota. Dalam paparannya, dr. Khairi menekankan pentingnya edukasi manajemen kebersihan menstruasi untuk mengurangi stigma dan meningkatkan kesehatan remaja putri dan remaja laki-laki saat pubertas yang mengalami banyak perubahan pada tubuh.

Kemudian, sesi berbagi pengalaman dalam edukasi pubertas dan manajemen kesehatan menstruasi remaja di sekolah difasilitasi oleh Nadila Saumitri, S.AP. Nadila berbagi cerita sukses dan berbagi tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan program edukasi di sekolah-sekolah. Para Guru pun antusias menceritakan pengalaman yang juga mereka hadapi saat berhadapan dengan para murid yang notabene berusia remaja saat mengalami pubertas untuk pertama kalinya.

Kegiatan hari pertama ditutup dengan sesi Pengenalan Komunikasi & Pembagian Kelompok untuk Simulasi Edukasi MKM dan OKY di Sekolah. Sesi ini mencakup pengenalan teknik komunikasi efektif, pelaksanaan simulasi manajemen kebersihan menstruasi di lingkungan sekolah, dan penyusunan rencana atau agenda praktik edukasi pubertas remaja dan manajemen kebersihan menstruasi dalam kelompok masing-masing yang akan dipresentasikan di hari kedua.

Hari kedua dimulai dengan review hari pertama oleh Tri Handoko S. Sos yang dipadu dengan bina suasana untuk membangkitkan semangat peserta, dilanjutkan dengan finalisasi penyusunan rencana atau agenda praktik edukasi pubertas remaja dan manajemen kebersihan menstruasi untuk siswa/i dalam kelompok masing-masing. Agenda selanjutnya adalah simulasi kelompok yang melibatkan praktik edukasi pubertas remaja dan manajemen kebersihan menstruasi untuk siswa/i yang terbagi dalam 4 Kelompok, materi yang disampaikan antara lain Pubertas pada Laki-laki, Pubertas pada Perempuan, Aplikasi OKY dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah. Setelah semua kelompok melakukan simulasi, dilanjutkan dengan evaluasi dan sharing hasil praktik oleh Helmi Yardi, S.Pd dari KPAP Riau.

Kegiatan dilanjutkan dengan post-test untuk mengevaluasi pemahaman peserta, dan penyusunan rencana tindak lanjut dan komitmen implementasi di sekolah atau wilayah pendampingan oleh M. Arif Saputra, S.Kep selaku Koordinator OKY PKBI Riau. Acara ditutup oleh Anthonny Adiputra, Direktur Eksekutif PKBI Daerah Riau yang mengapresiasi peserta yang telah aktif mengikuti kegiatan selama dua hari dan berharap kegiatan positif ini dapat diimplementasikan dan dilanjutkan di sekolah masing-masing

Peserta memberikan testimoni positif mengenai pelatihan ini. Ruri Aprianti M. Pd, salah satu peserta, menyatakan, Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami para guru. “Kami jadi lebih paham cara memberikan edukasi tentang kesehatan menstruasi kepada siswa dengan lebih baik dan interaktif”,ujarnya.

Dengan pelatihan ini, diharapkan para guru dapat memberikan edukasi yang lebih efektif tentang manajemen kebersihan menstruasi dan kesehatan reproduksi kepada siswa, sehingga menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan mendukung.(*)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini