Almisbah S. Pd: Berbuat yang Terbaik untuk Dunia Pendidikan

Redaksi Redaksi
Almisbah S. Pd: Berbuat yang Terbaik untuk Dunia Pendidikan
UPT SMPN 7 Tapung.(Foto: Ist)

KAMPAR - Kepala UPT Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Tapung, Kabupaten Kampar, Almisbah, S. Pd, bertekad memberikan yang terbaik untuk dunia pendidikan. Bahwa pendidikan merupakan kunci utama kemajuan bangsa.

Demikian disampaikan Almisbah, Rabu (29/5/2024) saat bercerita terkait perjalanannya meniti karir sebagai guru dan pendidik yang diistilahkan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Almisbah sebelumnya bertugas sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan di SMPN 2 Tambang. Almisbah terinspirasi menjadi seorang guru karena profesi ini merupakan profesi yang mulia. Guru sering dipandang sebagai sosok teladan, panutan di tengah masyarakat. Oleh karena itu juga Almisbah menjaga setiap tindakan agar tak melanggar norma-norma yang berlaku.

Hingga akhirnya ditunjuk sebagai Kepala UPT SMPN 7 Tapung di tahun 2020, Almisbah melihat kondisi di sekolah yang berlokasi di Desa Kijang Rejo tersebut butuh banyak sentuhan. Mulai dari sarana prasarana dan infrastruktur yang minim hingga perlunya menegaskan kedisiplinan kepada seluruh warga sekolah.

Seiring waktu, satu persatu masalah yang ada pun berhasil dibenahi.

"Awal saya duduk di kursi kepala sekolah, saat itu dalam kondisi pandemi Covid 19. Di mana segala sesuatunya dibatasi. Namun saya bertekad bahwa itu bukanlah penghalang untuk memulai memajukan sekolah saya," tutur Almisbah.

Yang pertama sekali menjadi perhatiannya yakni tak adanya meja ruangan guru. Kalau pun ada beberapa, itu kondisinya sudah tak layak. Demikian juga dengan kondisi mobiler para siswa yang sudah lapuk dan rusak.

Kondisi tersebut jelas sangat mengganggu dan menyulitkan berjalannya proses pembelajaran yang baik. Hal itu membuatnya berpikir keras mencari jalan keluar.

"Saya lalu menemui anggota DPRD Kampar Pak Bambang. Saya berinisiatif mengajaknya berkunjung ke sekolah kami untuk melihat kondisi yang ada. Beliau mengakui bahwa mobiler yang ada memang sudah tak layak," ujar Almisbah.

Almisbah pun meminta kepada anggota DPRD dapil setempat tersebut agar mau memberikan bantuan. Gayung bersambut, tiga bulan berikutnya SMPN 7 Tapung mendapat bantuan mobiler sebanyak 120 set yang saat ini sangat dirasakan manfaatnya oleh para siswa.

Selanjutnya, melihat kondisi bangunan gedung sekolah yang sudah mulai kusam serta beberapa bagian yang sangat perlu diperbaiki, selang 4 bulan berikutnya Almisbah mencoba menemui pihak Disdikpora Kampar.

Setelah berulang kali perjalanan dari Tapung ke Bangkinang untuk menemui pihak Disdikpora Kampar, Disdikpora Kampar akhirnya bersedia mengeluarkan anggaran untuk melakukan beberapa perbaikan di sekolahnya.

"Kami bisa mengecat seluruh bagian bangunan sekolah, membeli bunga-bunga dan bibit pohon untuk menghijaukan sekolah," terang Almisbah.

Namun masalah sarana prasarana di UPT SMPN 7 Tapung tak selesai sampai di situ. Kondisi halaman sekolah yang banjir di bagian depan dan belakang, masih membuat risau Almisbah. Dirinya kemudian kembali menghadap ke Disdikpora Kampar agar diberikan solusi.

"Alhamdulillah, pada Desember 2021 sekolah kami kembali mendapat bantuan APBD berupa paving blok seluas 800 meter persegi," katanya.

Halaman sekolah yang sebelumnya becek saat hujan dan tak tertata, kini sudah terlihat rapi dan sedap dipandang.

Ternyata Almisbah menganggap apa yang telah diperjuangkan bersama seluruh warga sekolah itu masih belum cukup. Almisbah kembali bolak balik ke Bangkinang untuk memperjuangkan pembangunan labor TIK. Usaha itu pun kembali berbuah manis, di tahun 2023, labor TIK UPT SMPN 7 Tapung pun berdiri dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Lagi, di tahun 2023 akhir, Almisbah kembali melobi Pak Bambang, anggota DPRD Kampar saat itu agar mengalokasikan dana aspirasi untuk membangun pagar sekolah. Almisbah pun bersyukur permintaannya dikabulkan dengan dibangunnya pagar sekolah sepanjang 200 meter.

UPT SMPN 7 Tapung pun saat ini telah berubah menjadi sekolah yang lebih representatif untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran bagi siswa-siswinya.

"Saya ingin sekolah ini maju dan berkembang, setara dengan sekolah-sekolah setingkat lainnya," sebut Almisbah.

Tak ada usaha yang sia-sia. Upaya-upaya Almisbah pun membuahkan hasil. SMPN 7 Tapung menjadi salah satu sekolah yang patut diperhitungkan di MKKS Tapung Raya.

Dalam bidang kesenian misalnya, UPT SMPN 7 Tapung beberapa kali merebut prediket juara. Saat lomba tari kreasi tingkat kecamatan Tapung, UPT SMPN 7 berhasil menyabet juara I. Demikian pula dengan kegiatan ekskul Pramuka, sekolahnya juga berhasil memboyong piala juara.

Bahkan prestasi akademik para siswa-siswi UPT SMPN 7 Tapung turut menghiasi perjalanan Almisbah sebagai pimpinan di sekolah tersebut.

Almisbah memaklumi jika upaya dan usaha memajukan sekolah ini akan menghadapi kendala dan terjadi silang pendapat. Hal itu menurutnya bukanlah penghalang untuk mewujudkan niat tulus memajukan UPT SMPN 7 Tapung agar dapat setara dengan sekolah-sekolah lainnya.

Almisbah juga menyadari setiap perjuangan tak akan berjalan mulus. Halang rintang akan terus ada. Namun itu semua pasti bisa dilalui dengan niat ikhlas untuk membangun generasi bangsa yang berkarakter.

"Jika memang nantinya perjuangan saya di SMPN 7 Tapung harus diakhiri sampai di sini, sebagai seorang abdi masyarakat saya siap kapan pun," lanjut Almisbah lagi.

Almisbah kembali bertekad akan tetap berjuang sekuat tenaga memberikan sumbangsih dan pengabdiannya kepada masyarakat di manapun.(Andi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini