Tak Diketahui Komite, Pungutan PSB Jalur Prestasi SMAN 1 Pangkalan Kerinci Dianggap Liar

Redaksi Redaksi
Tak Diketahui Komite, Pungutan PSB Jalur Prestasi SMAN 1 Pangkalan Kerinci Dianggap Liar
ilustrasi
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Penerimaan siswa baru jalur prestasi di SMA Negeri 1 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Riau tidak diketahui oleh ketua komite sekolah. Jika ada sekolah yang melakukan pungutan atau sumbangan dalam bentuk apapun, tanpa diketahui Komite Sekolah, maka hal itu dapat dikategorikan sebagi pungutan liar sehingga jika ada masyarakat yang mengetahuinya dimintanya segera melapor.

“Saya tidak mengetahui adanya pungutan saat penerimaan siswa baru jalur prestasi saat ini di SMA 1 Pangkalan Kerinci. Saya belum ada pemberitahuan dari sekolah, saya akan menghubungi sekolah secepatnya,” ujar HM Nasir Ketua Komite SMA Negeri 1 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (08/06) kepada wartawan di Pangkalan Kerinci.

Penerimaan jalur prestasi ala SMA Negeri 1 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan merupakan kebijakan SMAN 1 Pangkalan Kerinci. Namun perekrutan jalur prestasi bagi calon siswa SMAN 1 Pangkalan Kerinci dengan memungut paksa Rp 2 juta bagi calon siswa jika ingin diterima telah terjadi.

Alasan Kepala Sekolah SMAN 1 Pangkalan Kerinci Nuraida MPd, melakukan pungutan paksa di SMAN 1 Pangkalan Kerinci mengatakan, “Bukan pungutan paksa, namun untuk biaya tes urine, tes golongan darah, tes fisik, psikotes dan biaya pakaian anak dari penjahit, harus segera dibayar,” jawab Kepsek.

Kepsek SMAN 1 Pangkalan Kerinci menyarankan jika ada anak atau orang tua yang keberatan atas pungutan itu silahkan datang bawa orangnya ke sekolah. Menyarankan orang tua siswa yang diterima jalur prestasi SMAN 1 Pangkalan Kerinci yang belum bayar agar digratiskan.

“Suruh orang tuanya jumpai saya ke sekolah,  bawa surat keterangan tak mampu biar kita masukkan ke full gratis,” katanya.

Nuraida juga mempertnyakan kenapa berita blacklist UNRI terhadap  SMAN 1 Pangkalan Kerinci diberitakan, Padahal itu biasa terjadi di beberapa sekolah. “Kenapa berita blacklist SMAN 1 Pangkalan Kerinci diberitakan, padahal kejadian itu biasa juga terjadi kepada sekolah lain,” ujar Kepsek melalui sambungan teleponnya dengan nada protes.

Universitas Riau (UNRI) telah mem-blacklist (mencoret) SMAN 1 Pangkalan Kerinci untuk mengirimkan siswanya mengikuti seleksi Penerimaan Bibit Unggul Daerah (PBUD) tahun 2016 ini. Sanksi blacklist diterima SMA N 1 Pangkalan Kerinci  karena siswa lulusan tahun sebelumnya tidak mendaftar ulang setelah dinyatakan lulus PBUD di Universitas Riau pada penerimaan tahun lalu.

Sesuai dengan ketentuan sanksi yang berlaku di UNRI, sekolah yang siswanya dinyatakan lulus PBUD, tapi tidak mendaftar ulang akan masuk daftar blacklist yang berlaku selama setahun. Akibat kejadian ini SMA Negeri 1 Pangkalan Kerinci menerima sanksi yang merugikan Sekolah, dan siswa yang tamat tahun 2016. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini