SMAN 1 TTB Meranti Paksa Siswa Jahit Baju Seragam

Redaksi Redaksi
SMAN 1 TTB Meranti Paksa Siswa Jahit Baju Seragam
ist.net
SELATPANJANG, riaueditor.com- Lagi-lagi isu tak sedap berhembus dari dunia pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti. Kali ini isu berhembus dari SMAN 1 Tebing Tinggi Barat. Sekolah ini dikabarkan menolak siswa yang hendak mendaftar ulang tanpa membawa kwitansi dari salah satu penjahit seragam ekolah di Selatpanjang.

"Banyak kawan-kawan tak bisa mendaftar ulang, kalau tidak membawa kwitansi dari tempat jahit itu sekolah tidak mau menerima daftar ulang," kata salah seorang siswa SMAN 1 yang ditolak sekolah mendaftar ulang.

Siswa ini mengungkapkan, pihak sekolah meminta semua siswa baru agar membuat seragam sekolah sebanyak 3 pasang di Riau Taylor. Untuk 3 pasang seragam ini, siswa harus membayar Rp840 ribu. Walau pun tergolong mahal, mereka tidak bisa berbuat banyak karena ingin terus melanjutkan pendidikan di sekolah itu.

"Memang mahal bang, tapi macam manalah, awak nak sekolah, mau tak mau harus diikutkan," tambahnya siswa ini lagi.

Menanggapi isu tersebut, Kepala Sekolah SMAN 1 TTB, Yusuf yang dikonfirmasi melalui selulernya mengaku memang sempat menolak siswa yang ingin mendaftar ulang tanpa kwitansi atau uang muka seragam sekolah itu.

"Hari pertama dan kedua pendaftaran ulang, mereka memang kami tolak," kata Yusuf. Dijelaskan Yusuf, penolakan itu bukan berarti pihak sekolah tidak menerima sama sekali siswa yang hendak mendaftar ulang, melainkan pada hari terakhir, tanggal 2 Juli 2014 yang lalu pihak sekolah menerima pendaftaran ulang dengan catatan yang datang itu orang tua atau wali murid, bukan murid yang bersangkutan.

"Hari terakhir kita menerima pendaftaran ulang siswa. Banyak orang tua yang datang dan menyampaikan keluhan bahwa mereka belum punya uang, dan itu kita terima," tambah Yusuf lagi.

Yusuf juga mengatakan tahun lalu ada beberapa siswa yang tergolong tidak mampu yang mereka bantu, baik uang seragam sekolah maupun uang sepatu.

Terkait kebijakan sekolah yang menunjuk satu penjahit saja, kata usuf hal itu untuk keseragaman saja. "Ini bukan berarti monopoli, melainkan untuk keseragaman sekolah itu sendiri dan juga sesuai dengan ketentuan dari Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti.

"Sudah ada ketentuan dari dinas, di mana masing-masing sekolah dituntut agar siswanya ada seragam setelah 4 hingga 5 bulan masuk sekolah," kata Yusuf lagi.

Kalau tidak dipaksakan begitu, Yusuf berdalih siswa kerap kali tidak membuat seragam sekolah. Seperti tahun kemarin, banyak siswa yang sudah kelas 2 SMA namun masih saja ada yang belum memiliki seragam.

"Kita hanya ingin seragam. Kalau tidak dipaksakan begitu, banyak siswa yang tidak mau mengikuti. Tahun kemarin masih ada siswa yang tidak memiliki seragam meski sudah kelas 2, makanya untuk tahun ini kita buat kesepakatan agar pembuatan seragam itu di satu tempat. Ini untuk kebaikan kita semua," ungkapnya.

Untuk diketahui, selain SMAN 1 TTB, hampir seluruh SMA yang mematok berbagai macam biaya penerimaan siswa baru. Nominalnya memang bervariasi, mulai Rp1.3 juta hingga Rp2 juta.(B2)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini