Rismawati, S.Pi Kembali Terpilih Pimpin PKGBP Pelalawan Periode 2020-2023, Ini Harapannya

Redaksi Redaksi
Rismawati, S.Pi Kembali Terpilih Pimpin PKGBP Pelalawan Periode 2020-2023, Ini Harapannya
zul/riaueditor.com

PELALAWAN, riaueditor.com - Perkumpulan Guru Bantu Propinsi (PKGBP) Kabupaten Pelalawan, Rabu (16/9/2020) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-II dengan salah satu agendanya pemilihan Ketua PKGBP Kabupaten Pelalawan periode 2020-2023 bertempat di grand hotel Pangkalan Kerinci.

Dalam Musda II PKGBP yang dihadiri Ketua PGRI Pelalawan Anton Timur Jailani, Ketua PKGBP Riau Zafri, M.Pd awalnya ada 2 calon yang diunggulkan yakni Rismawati, S.Pi dan Aspani Mardalini. 

Namun dalam tahapan pemilihan, 10 Koordinator kecamatan yang setiap kecamatan memiliki 3 hak suara menyatakan dukungan kepada Rismawati, S.Pi untuk 2 periode ke depan yang telah menjabat Ketua PKGBP Pelalawan periode 2017 2020.

Sementara 2 Korcam Kuala Kampar dan Teluk Meranti menyampaikan hak suaranya melalui online. Diketahui dari hasil vooting yang hadir 37 orang dimana 30 memilih Rismawati, S.Pi dan 7 suara memilih Aspani.

Dalam sambutannya, Rismawati, S.Pi Ketua terpilih PKGBP Kabupaten Pelalawan periode 2020-2023 menyampaikan ke depannya masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di tubuh PKGBP Kabupaten Pelalawan meskipun sebelumnya juga banyak yang sudah diperjuangkan. 

"Kita minta Pemkab Pelalalwan lebih peduli lagi dengan Kita, dan tentunya anggota dalam PKGBP Pelalawan sebanyak 850 orang tetap bersatu dan selalu kompak memajukan dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Pelalawan. Begitu juga anggota PKGBP Pelalawan baik Dikdas maupun Dikmen bersatu dalam satu komando," paparnya. 

Ditambahkannya, pada bulan mei lalu, PKGBP Pelalawan resmi telah terdaftar di Kesbangpol Pelalawan meski saat ini belum memiliki kantor sekretariat. 

"Kita berharap ke depan Pemkab dapat mencari solusi bagi PKGBP Pelalawan agar dapat memiliki kantor sekretariat ke depannya," ujar Rismawati. 

Rismawati juga menyebutkan bahwa pIhaknya telah berupaya memperjuangkan nasib para guru bantu terutama terkait hak-haknya.

"Kita sudah berupaya memasukkan uang transportasi bagi guru bantu di Pelalawan pada APBD Perubahan, semoga saja dikabulkan. Kita juga akan tindak lanjuti MoU dengan BPJS dan lain sebagainya," ucapnya.

Dilanjutkannya, meski anggaran minim dengan hanya mengandalkan uang iuran perbulan Rp. 10 ribu peranggota namun Musda tetap dijalankan.

"Kita hanya modal semangat, Saya pribadi hanya manusia biasa yang penuh dengan kekurangan. Apalah artinya saya tanpa dukungan dan kekompakan anggota. Karena kita bekerja ikhlas tidak digaji semua demi kebersamaan senasib seperjuangan," tutupnya. (ZoelGomes)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini