Ratusan Siswa SMPN 12 Pekanbaru Santuni Panti Asuhan Fajar Harapan dan Panti Jompo Khusnul Khotimah

Kepala SMPN 12: Hidup Itu Harus Berbagi
Redaksi Redaksi
Ratusan Siswa SMPN 12 Pekanbaru Santuni Panti Asuhan Fajar Harapan dan Panti Jompo Khusnul Khotimah
fin/riaueditor.com
Ratusan siswa dan guru SMPN 12 Pekanbaru berkunjung ke panti Asuhan Fajar Harapan Bayi dan Balita dan panti Jompo Khusunul Khotimah Pekanbaru, Sabtu (15/10).
PEKANBARU, riaueditor.com - Dengan menggunakan 8 bus, ratusan siswa dan guru SMPN 12 Pekanbaru berkunjung ke panti Asuhan Fajar Harapan Bayi dan Balita dan panti Jompo Khusunul Khotimah Pekanbaru, Sabtu (15/10). Tujuannya untuk menyerahkan bantuan.

Demikian diungkapkan Kepala SMPN 12 Pekanbaru, Lismaneti saat ditemui wartawan, Senin (17/10). Ia mengatakan, program kunjungan ke panti asuhan dan panti jompo sebagai salah satu pembelajaran kepada siswa untuk menanamkan sikap saling berbagi dan peduli terhadap sesama.

” Banyak pembelajaran yang bisa diambil dari kunjungan ini, ya saling peduli dan berbagi. Walaupun sempat vakum beberapa tahun sekarang kita programkan lagi,” kata Lismaneti.

Dalam kunjungan ini sekolah yang beralamat di Jalan Guru Sulaiman ini menyumbangkan kebutuhan bayi dan balita yakni beras, susu, makanan. indomi pampers, minuman dan obat obatan.

Lismaneti menjelaskan, bantuan yang diserahkan ini semuanya berasal dari simpanan jajan siswa yang disisihkan setiap hari. Bahkan ada orangtua yang ikut mambantu menyumbang dana untuk anak anak panti asuhan.

” Ibu bangga pada adinda semua karena bisa menyisihkan uang jajan. Kegiatan ini akan menjadi agenda sekokah membantu anak panti asuhan dan panti jompo. Adinda masih beruntung masih ada orangtua yang menyayangi adinda. Oleh karena itu sayangi orang berbakti dengan belajar yang rajin,” kata Lismaneti.

Sementara pengasuh Panti Asuhan Fajar Harapan Bayi dan Balita, Vivi Elvira mengatakan jumlah bayi dan balita sebanyak 64 orang. Dimana 40 orang diantaranya masih balita dengan jumlah pengasuh sebanyak 10 orang.

Ia menceritakan, panti asuhan Fajar Harapan telah berdiri sejah tahun 2001 tahun lalu.

” Kalau di panti ini yang paling dibutuhkan adalah pempes, susu, perlengkapan mandi, bubur bayi dan pakaian. Kalau pampers untuk bayi satu hari saja menghabiskan 100 buah pampers,” kata Vivi seperti dikutip Lismaneti.

Untuk perhatian dari pemerintah terhadap Panti Asuhan Fajar Harapan ini, kata Vivi masih sangat minim. Bantuan masih sering datang dari perseorangan dan organisasi.

” Kalau bantuan dari pemerintah ya masih kurang yang sering itu bantuan individu dan kelompok,” ucap Lismaneti menirukan ucapan Vivi.

Setelah menyerahkan bantuan ke panti Asuhan Fajar Harapan, rombongan melanjutkan kunjungan ke panti Jompo Khusunul Khotimah. Di panti jompo yang terletak di Jalan Kaharudin Nasution juga menyerahkan bantuan. (fin)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini