Periode ke-5, Disdik Pekanbaru Salurkan Zakat Rp 412 Juta

Redaksi Redaksi
Periode ke-5, Disdik Pekanbaru Salurkan Zakat Rp 412 Juta
fin/riaueditor.com
Kepala Disdik Pekanbaru didampingi Kepala UPZ Disdik Pekanbaru, Kasi SD Dikdasmen serta Kepala SMAN 10 Pekanbaru foto bersama usai menyerahkan zakat secara simbolis kepada siswa penerima.
PEKANBARU, riaueditor.com - Sebanyak 412 siswa dan masyarakat di dua Kecamatan yakni Tenayan Raya dan Bukit Raya kembali memperoleh zakat dari Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, Selasa (16/8). Zakat profesi guru, pengawas dan pegawai di lingkungan Disdik Pekanbaru yang disalurkan kali ini merupakan yangkelima kalinya tahun 2016.

Demikian disampaikan Kepala Disdik Pekanbaru Drs Abdul Jamal didampingi Kabid SMA/SMK yang juga Ketua UPZ Disdik Pekanbaru Drs Muzailis dan Kasi SD Dikdasmen Drs Firdaus, di depan ratusan penerima zakat di aula SMAN 10 Pekanbaru.

Ia mengatakan, penyaluran zakat ini merupakan kegiatan rutin Disdik Pekanbaru yang dilakukan setiap bulan berdasarkan Peraturan Walikota Pekanbaru sejak 2013 silam.

Sejak digulirkan kata Abdul Jamal, total zakat yang sudah direalisasikan sebesar Rp 6 milyar lebih. Dari jumlah zakat yang diterima Disdik, 60 persen diantaranya dikelola oleh Unit Pelayanan Zakat (UPZ) Disdik Pekanbaru. Selebihnya dikelola oleh Badan Amal Zakat (BAZ) Kota Pekanbaru.

Dari 412 total penerima zakat di dua Kecamatan kali ini yakni Tenayan Raya dan Bukit Raya, jumlah zakat yang disalurkan sebesar Rp 412 juta.

“Ada tiga kategori penerima zakat kali ini. Yang pertama SD masing masing Rp 70 juta SMP Rp 1 juta dan SMA/SMK masing masing Rp 1,250 juta. Kategoro kedua yaitu orangtua asuh berdasarkan rekomendasi pihak sekolah sebesar Rp 36 jutaan dan kategori ketiga, masyarakat sekitar sekolah kurang mampu sebanyak tiga orang masing-masing memperoleh Rp 1 juta,” kata Abdul Jamal.

Untuk itu sambung Abdul Jamal, bagi masyarakat yang kurang mampu supaya lebih aktif berkomunikasi dengan pihak sekolah jika ingin memperoleh zakat.

Lebih lanjut dijelaskan, dari total dana zakat yang diterima Disdik Pekanbaru sejak digulirkan 2013 silam, Rp 6 miliar lebih sudah disalurkan kepada 6 ribu lebih siswa yang dinilai berhak menerima, ucap Abdul Jamal.

Sementara Kepala SMAN 10 Pekanbaru Hamdani Hamid SE MM mengucapkan terimakasih atas dipilihnya SMAN 10 sebagai tempat dilaksanakannya penyerahan zakat. Disisi lain Hamdani, sejak dirinya menjabat sebagai Kepsek 2,3 tahun silam, pihaknya sudah merubah warna dinding sekolah dari warna kuning menjadi hijau.

Selain itu instalasi listrik (kabel) yang ada di SMAN 10, semua sudah diganti dengan yang baru. Begitu pula dengan halaman depan sekolah yang dulunya kerap banjir dikala hujan, kini sudah diperbaiki dengan membuat parit sehingga tak digenangi air lagi, ujar Hamdani. (fin)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini
PEKANBARU - Wilayah Kota Pekanbaru beberapa pekan terakhir terpantau nihil hotspot. Meski begitu, warga di ibukota provinsi Riau ini merasakan dampak kabut asap yang cukup parah. Mulai kesehatan hingga terganggunya sektor pendidikan.   Akibat kabut asap, tercatat 5000-an kasus ISPA hingga pertengahan September ini yang umumnya diderita balita hingga orang dewasa. Ini belum lagi dengan penyakit lainnya akibat kabut asap, seperti asma yang rentan, iritasi kulit dan gangguan pada mata.  Di sektor pendidikan, sudah sepekan lebih siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang demi melindungi anak dari dampak kabut asap.   Hingga pukul 16.00 WIB ini, konsentrasi Particulat Matter (PM 2,5) di atmosfer Pekanbaru terpantau di angka 110,7 yang memposisikan kualitas udara Pekanbaru di level tidak sehat. Sehari sebelumnya, dengan konsentrasi PM 2,5 mencapai angka 200 lebih, udara Pekanbaru berada di level sangat tidak sehat.  Lantas, jika tak ada firespot (titik api), dari mana sumber kabut asap di Pekanbaru?  Forecaster BMKG Pekanbaru, Mari Frystine menjelaskan, asap yang menyelimuti Riau saat ini berasal dari 2 sumber. Pertama dari firespot atau titik kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil).   Kedua, asap kiriman dari wilayah yang terjadi karhutla dari selatan pulau Sumatera.   "Parahnya karhutla di selatan Sumatera ikut berkontribusi atas kabut asap yang menyelimuti Riau. Kondisi angin saat ini dominan dari arah selatan Sumatera yang membawa partikel-partikel asap", jelas Mari Frystine, Kamis (17/9/2026).  Atas kondisi saat ini, BMKG mengimbau masyatakat untuk mewaspadai kondisi asap yang masih pekat, terutama saat berkendara dan melakukan aktivitas di luar ruangan.  Laporan update Stasiun Meteorologi (Stamet) Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru pukul 16.00 hari ini, visibility update (jarak pandang) di Pekanbaru terpantau 4 kilometer akibat kabut asap, Rengat (Inhu) 4 kilometer, Pelalawan 5 kilometer dan Tambang 5 kilometer.  Sedangkan untuk jumlah hotspot (titik panas) di Riau yang tadi pagi mencapai angka 225, sore ini tersisa 67 titik. Berbanding lurus dengan itu, jumlah titik panas di seluruh Sumatera juga mengalami penurunan dari 5 800-an menjadi 2.820 titik.
Lingkungan

PEKANBARU - Wilayah Kota Pekanbaru beberapa pekan terakhir terpantau nihil hotspot. Meski begitu, warga di ibukota provinsi Riau ini merasakan dampak kabut asap yang cukup parah. Mulai kesehatan hingga terganggunya sektor pendidikan. Akibat kabut asap, tercatat 5000-an kasus ISPA hingga pertengahan September ini yang umumnya diderita balita hingga orang dewasa. Ini belum lagi dengan penyakit lainnya akibat kabut asap, seperti asma yang rentan, iritasi kulit dan gangguan pada mata. Di sektor pendidikan, sudah sepekan lebih siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang demi melindungi anak dari dampak kabut asap. Hingga pukul 16.00 WIB ini, konsentrasi Particulat Matter (PM 2,5) di atmosfer Pekanbaru terpantau di angka 110,7 yang memposisikan kualitas udara Pekanbaru di level tidak sehat. Sehari sebelumnya, dengan konsentrasi PM 2,5 mencapai angka 200 lebih, udara Pekanbaru berada di level sangat tidak sehat. Lantas, jika tak ada firespot (titik api), dari mana sumber kabut asap di Pekanbaru? Forecaster BMKG Pekanbaru, Mari Frystine menjelaskan, asap yang menyelimuti Riau saat ini berasal dari 2 sumber. Pertama dari firespot atau titik kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil). Kedua, asap kiriman dari wilayah yang terjadi karhutla dari selatan pulau Sumatera. "Parahnya karhutla di selatan Sumatera ikut berkontribusi atas kabut asap yang menyelimuti Riau. Kondisi angin saat ini dominan dari arah selatan Sumatera yang membawa partikel-partikel asap", jelas Mari Frystine, Kamis (17/9/2026). Atas kondisi saat ini, BMKG mengimbau masyatakat untuk mewaspadai kondisi asap yang masih pekat, terutama saat berkendara dan melakukan aktivitas di luar ruangan. Laporan update Stasiun Meteorologi (Stamet) Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru pukul 16.00 hari ini, visibility update (jarak pandang) di Pekanbaru terpantau 4 kilometer akibat kabut asap, Rengat (Inhu) 4 kilometer, Pelalawan 5 kilometer dan Tambang 5 kilometer. Sedangkan untuk jumlah hotspot (titik panas) di Riau yang tadi pagi mencapai angka 225, sore ini tersisa 67 titik. Berbanding lurus dengan itu, jumlah titik panas di seluruh Sumatera juga mengalami penurunan dari 5 800-an menjadi 2.820 titik.