Pemkab Siak Siapkan Ranperda Wajar 12 Tahun

Redaksi Redaksi
Pemkab Siak Siapkan Ranperda Wajar 12 Tahun
Wajar 12 Tahun
SIAK, riaueditor.com- Kendati Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun yang diajukan Pemerintah Kabupaten Siak ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak dikembalikan, namun program wajib belajar 12 tahun tersebut tetap dilanjutkan. Saat ini, Ranperda yang di kembalikan oleh Dewan tersebut, sedang di godok oleh Pemerintah Kabupaten Siak.

Demikian diungkapkan Bupati Siak Drs H Syamsuar, M.Si saat menjadi narasumber pada acara Lasernas di gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak kemarin.

Kata Bupati, wajib belajar 9 tahun kitadijadikan wajib belajar 12 tahun dan Ranperda ini sudah kita masukan ke Dewan untuk dilakukan pembahasan beberapa waktu lalu, kini Ranperda tersebut di kembalikan oleh dewan agar kita melakukan perbaikan terhadap Ranperda yang telah kita ajukan tersebut.

"Karena itu, Ranperda wajib belajar 12 tahun tersebut kini sedang digodok oleh Pemerintah Kabupaten Siak. Sebab wajib belajr 12 tahun ini, merupakan salah satu visi dan misi kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada kampanye dahulu," ujarnya.

Menurutnya, tujuan membuat program wajib belajar 12 tahun ini karena melihat dari data yang ada, anak-anak yang ada di Kabupaten Siak hanya banyak tamatan SMP, "karena itu kita buat terobosan agar anak-anak Kabupaten Siak ini nantinya minimal bisa tamatan SMA sederajat, agar anak-anak Kabupaten Siak ini tetap bersekolah," ungkap Bupati lagi.

Lanjutnya, terlebih lagi Pemkab Siak telah menggratiskan biaya sekolah, mulai dari tingkat SD sampai ke tingkat SMA dan bagi anak yang tidak mampu, mulai buku, tas dan sepatu, semuanya dibiayai oleh Pemkab Siak yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Siak.

"Dengan ditanggungnya beban biaya sekolah ini oleh emkab, diminta tidak ada lagi anak-anak kabupaten Siak ini putus sekolah," tegas Bupati Syamsuar.

Pihaknya juga berharap agar orang tua murid bisa memikirkan masa depan anak- anaknya, jangan lagi orang tua memikirkan anaknya. Setamat sekolah membantu orang tuanya berkerja, itu pola lama. Hal ini bisa saja tidak bisa berhasil nantinya. Selama ini yang terjadi, orang tua setamatnya anaknya sekolah, orang tua minta agar anak-anaknya membantu mereka berkerja, dan ini tidak boleh terjadi lagi di masa yang akan datang, ujar Bupati Syamsuar. mengingatkan.(Adi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini