Mahasiswa Keluhkan Pelayanan Penerimaan Bantuan Beasiswa

Redaksi Redaksi
Mahasiswa Keluhkan Pelayanan Penerimaan Bantuan Beasiswa
foto: Ist
Mahasiswa terlihat menunggu antrian registrasi untuk memasukkan proposal permohonan bantuan beasiswa.
PEKANBARU, riaueditor.com - Panjangnya antrian dan ketatnya layanan dalam pengajuan proposal bantuan beasiswa Pemprov Riau dikeluhkan mahasiswa, namun keluhan itu sangat dimaklumi oleh petugas demi ketertiban akibat membludaknya para pengaju proposal.

Sholihat, salah seorang mahasiswa yang mengajukan proposal bantuan beasiswa mengaku Pengalaman yang tidak menyenangkan justru dialami oleh Sholihat. petugas pengesahaan registrasi sama sekali tidak ramah.

"Salah tulis sedikit saja mereka marah-marah. Padahal masih bisa diperbaiki," akuinya.

Menurut dia, sikap seperti itu tidak seharusnya ditunjukan oleh petugas, mengingat bahwa itu adalah tugas dan fungsi pegawai memberikan pelayanan baik. Tahun sebelumnya, dia juga pernah ajukan beasiswa. Prosesnya tidak seperti saat ini. Dia melihat untuk pengajuan tahun ini memang lebih rumit dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dalam situasi yang berdesak-desakan tersebut, dia juga mengakui bahwa proses registrasi yang dibuka dianggap tidak kondusif dan tidak efektif. Mahasiswa hanya menerima secarik kertas dengan cap basah, sebagai bukti bahwa berkas itu sudah diterima oleh pihak Pemerintah Provinsi Riau. "Nanti pada saat pencairan, ini juga tidak digunakan," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setdaprov Riau melalui Kelama Bidang Kependidikan dan Agama (KA) Biro Kesra Provinsi Riau, Sartibi mengatakan, masih ada petugasnya belum memberikan pelayanan maksimal dan bersikap ramah. Namun demikian dia meminta agar, calon pemohon beasiswa itu untuk bisa memaklumi.

"Kami memang mengakui itu. Memang tahun ini ramai betul. Itupun kami sudah usaha bagaimana suasana tetap. Kami sudah berusaha mengerahkan pegawai kita ini semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan. Tapi kalau memang ada mahasiswa yang merasa tidak nyaman dengan pelayanan, harap dimaklumi saja," katanya, Senin (29/2).

Berdasarkan pantauan di lapangan, untuk sementara pengajuan proposal permohonan beasiswa itu sudah terdata sebanyak 12 ribu lebih. Namun mengenai kuota, ia belum bisa menetapkan berapa target mahasiswa yang akan menerima bantuan.

"Kami hanya membuka peluang seluas-luasnya. Jadi siapapun yang mau masukkan berkas silahkan saja. Tidak ada batasan," katanya.

Diakuinya, kemungkinan besar akan mengalokasikan anggaran lewat APBD Perubahan. Kemungkinan besar, proses pencairan beasiswa tersebut akan berlangsung akhir tahun, atau bisa jadi di tahun 2017.

Pemerintah Provinsi Riau melalui Biro Kesra, menetapkan bahwa tanggal 29 Februari adalah hari terakhir dilakukanya proses registrasi. Dihari terakhir, jumlah mahasiswa yang melakukan proses regitrasi lebih banyak dibanding akhir pekan lalu.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini