Kembali ke Sunnah Rasul, Teknologi dan Narkoba Menjarah Nilai-nilai Moral Remaja

Redaksi Redaksi
Kembali ke Sunnah Rasul, Teknologi dan Narkoba Menjarah Nilai-nilai Moral Remaja
Kembali ke Sunnah Rasul, Teknologi dan Narkoba Menjarah Nilai-nilai Moral Remaja.
SIAK, riaueditor.com - Dilihat dari sejumlah fakta kasus asusila yang terjadi pada anak usia sekolah semakin meningkat. Tak hanya itu, kasus narkoba juga ikut menjadi hal serius terutama dekadensi moral yang terus menjarah nilai-nilai agama pada kalangan remaja.

Demikian dikatakan Bukhari MPdi, Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kabupaten Siak. Menurutnya, saat ini sudah ada sejumlah anak yang melakukan pernikahan di bawah umur, karena telah diawali dengan kejadian yang tidak diinginkan, ungkap Bukhari membeberkan.
 
"Ini fenomena sosial yang terjadi di tengah-tengah remaja pada saat ini, inilah yang harus kita khawatirkan, ia harus mendapat perhatian serius dari setiap kalangan, baik itu orang tua, dinas pendidikan harus memperhatikan hal tersebut, belum lagi soal Narkoba," ucap Bukhari berujar.
 
Hal ini katanya, tak terlepas dari yang ditimbulkan oleh dekadensi moral di tengah-tengah remaja. Tak dapat dipungkiri, ia juga disebabkan oleh proses globalisasi dari peningkatan teknologi informasi yang terjadi saat ini. Untuk mengatasi fenomena tersebut, Bukhari mengatakan, kekuatan agama dan iman yang kuat menjadi senjata ampuh untuk menangkisnya, contolah prilaku dan sifat Rasulullah, beliau merupakan panutan dan suri tauladan bagi umat manusia, baik dalam hal perkataan, perbuatan, ibadah, kehidupan keluarga dan bermasyarkat, menjadi contoh dalam kehidupan kita sehari-hari.
 
"Apapun yang kita lakukan harus mengikuti sunah Rasul, sebab Nabi Muhammad, merupakan contoh dan suri tauladan yang baik bagi kita semua. Beliaulah sebagai tuntunan. Bila hal ini dapat dilakukan, Insya Allah, kita akan bisa selamat, baik hidup di dunia maupun di akhirat. Dan negeri kita bisa menjadi negeri yang baldatun thayibatul warrabbul ghofur," ujar Bukhari.
 
Disampaikan Bukhari, untuk menangkis kecanggihan dunia teknologi dan narkoba ini, peran orang tua serta guru harus lebih proaktif lagi, terutama kepada Dinas Pendidikan, agar mengarahkan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Siak untuk memberikan buku tugas kepada setiap pelajar, bagi yang muslim intruksikan agar mereka terus ke masjid atau ke musholla, catat dan lakukan absensi dari buku tugas yang diberikan tersebut.
 
"Bila hal ini dapat dilaksanakan, otomatis mereka tidak akan tinggal sholat lima waktunya, dan setiap pengajian yang ada di masjid dapat mereka ikuti. inilah salah satu cara kita untuk menangkis terhadap masuknya budaya barat, dan kecanggihan dunia teknologi yang dapat mempengaruhi bagai pelajar dan remaja-remaji kita, intinya mereka-mereka ini harus dikokohkan dengan nilai-nilai agama yang kuat," ujar Bukhari.
 
Pemerintah Kabupaten Siak selalu serius dan komit untuk memberantas tindakan dan prilaku menyimpang pada remaja saat ini. Hal ini dapat dilihat dari visi Kabupaten Siak yang mengarah kepada lingkungan masyarakat yang agamis.
 
Lanjut Bukhari, Pemkab Siak saat ini telah mewajibkan setiap siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke SLTP mengantongi ijazah MDA dan lulus membaca Al-Qur`an.
"Termasuk calon Kepala Desa (Penghulu) harus pandai mengaji. Dan itu sudah didukung oleh Pemkab Siak dimana setiap kecamatan yang ada di kabupaten Siak sudah memiliki pendidikan berbasis pesantren," tutupnya.(Adi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini