Kasek SMP Negeri 33 Pusing Kekurangan RKB

Redaksi Redaksi
Kasek SMP Negeri 33 Pusing Kekurangan RKB
fin/riaueditor
Kepala sekolah SMP Negeri 33 Pekanbaru, Dr Hj Surya Suheri.
PEKANBARU, riaueditor.com - Kepala sekolah SMP Negeri 33 Pekanbaru, Dr Hj Surya Suheri mengaku pusing akibat kekurangan Ruang Kelas Belajar (RKB). Pasalnya pengusulan penambahan RKB sudah diajukan sejak 2012 lalu.

"Sangat kita sesalkan hingga kini penambahan RKB yang diajukan tidak juga mendapat perhatian. Terlebih lagi dalam waktu dekat, pelajar akan menghadapi Ujian Nasional (UN)," keluh Hj Surya Suheri ketika dikonfirmasi melalui selularnya, Rabu (28/10)

Menurut Surya Suheri, untuk belajar hari-hari saat ini masih bisa dilaksanakan meski dengan sistim dua shift (pagi dan sore hari_red). Persoalannya, ketika 200 siswa kelas IX nantinya ikut UN, di ruang kelas mana mau ditempatkan.

"Karena yang tersedia saat ini baru sembilan RKB. Saat UN nanti, satu RKB hanya diisi oleh 20 siswa, tak boleh lebih. Tolonglah dibantu kami untuk memperjuangkan kebutuhan RKB di sekolah ini," jelas Surya.

Lebih jauh dijelaskan Surya, sejak dirinya menjadi Kepala SMPN 33 tahun 2012 lalu, dirinya sudah berkali-kali mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, agar ada penambahan RKB karena dinilai sangat mendesak. Selain RKB, pihaknya juga telah berkali-kali mengusulkan ruang perpustakaan, ruang labor IPA, labor Komputer dan kantin siswa. Namun kata Surya, usulan yang ia ajukan seolah tak direspon sama sekali.

"Padahal ini bukan kepentingan pribadi saya. Ini murni kebutuhan pendidikan anak. Bagaimana mungkin kita meningkatkan mutu pendidikan jika tak didukung sarana dan prasarana yang memadai," ungkap Surya.

Tak sampai disitu, jika sekolah lain dikelilingi pagar sekolah, berbeda dengan SMPN 33. Sekolah yang berada di Kecamatan Payung Sekaki ini justru dikelilingi oleh kebun sawit dan semak belukar.  Alhasil, ular kobra dan kalajengking kerap muncul di sekitar sekolah. Dan ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi siswa dan para guru.

Sementara pantauan wartawan di lapangan, keberadaan SMP Negeri beralamat di Jalan Darma Bakti Ujung ini, kondisi teras bagian belakang tampak retak retak. Kemudian, saluran drainase samping bangunan sekolah, terlihat lebih tinggi dari permukaan tanah serta terkesan asal jadi. (fin)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini