Alumni Berharap Gedung SMAN 3 Segera Dibangun

Redaksi Redaksi
Alumni Berharap Gedung SMAN 3 Segera Dibangun
doc.ripos/teguh
Para siswa SMAN 3 Pekanbaru berusaha menyelamatkan file-file yang tersisa.
PEKANBARU, riaueditor.com - Setelah lebih dari setahun pascaterbakarnya gedung SMAN 3 Pekanbaru, hingga saat ini belum ada tanda-tanda bangunan sekolah ini akan dibangun kembali. Nasib sekitar 960 siswa-siswi SMAN 3 terkatung-katung, menumpang di sekolah lain untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru sendiri memang tidak memiliki ruangan khusus agar mereka bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di satu tempat. Sedangkan untuk membangun gedung sekolah tersebut masih terganjal pada status kepemilikan lahan.

Terkait proses pembangunan kembali gedung SMAN 3 Rumbai yang dinilai lamban, mendapat perhatian dari para alumni sekolah tersebut. Alumni berharap sekiranya pemerintah dapat sesegera mungkin melaksanakan pembangunannya.

Abad Mulbar Handy, alumni SMAN 3 Pekanbaru 2002 menuturkan, jika memang pembangunan gedung SMAN 3 ini terkendala pada status lahan, semestinya hal tersebut tak perlu terjadi. Setelah sekian lama sekolah ini berdiri dan berstatus negeri, sangat tak disangka jika lahannya justru milik PT. Chevron.

Setelah satu tahun lebih terbakarnya gedung SMAN 3 Pekanbaru, belakangan baru pemerintah mengajukan peralihan status lahan kepada PT. Chevron. Hal ini sebut Mulbar menunjukkan kesan ketidakseriusan dari pihak-pihak terkait.

"Kita tidak perlu mencari siapa yang salah dalam hal ini. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana gedung yang baru segera dibangun, sehingga siswa-siswi sekolah ini tidak lagi menumpang belajar ke sekolah lain," kata alumni 2002 ini.

Oleh karena itu, diharapkan agar pihak PT. Chevron dan Pemko Pekanbaru menunjukkan komitmennya dalam hal ini, hingga pembangunannya bisa segera direalisasikan.

Para alumni sebut Abad sangat prihatin dengan keadaan 960 siswa-siswi yang harus menumpang belajar ke sekolah lain, tentunya fasilitas yang mereka dapatkan juga tidak sebaik ketika mereka belajar di sekolahnya sendiri. Hal ini pastinya akan berpenaruh terhadap prestasi siswa dikarenakan belajar dengan kondisi terbatas.

"Padahal tahun ini Idonesia sudah memasuki babak baru, Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Bagaimana generasi selanjutnya bisa bersaing jika fasilitas tak memadai," sebutnya lagi.

Namun begitu, alumni berharap siswa-siswi SMAN 3 Pekanbaru saat ini tidak patah semangat dalam mengejar prestasi, walau pun dengan sarana dan fasilitas yang terbatas. "Harus tetap optimis," sebut Koorwil Masri M Syariah Riau ini.

Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Abdul Jamal beberapa waktu lalu mengatakan, lantaran belum dibangunnya gedung sekolah tersebut, Pemko Pekanbaru dan Dinas Pendidikan diakuinya banyak menuai kritikan. Dirinya mencoba meluruskan bahwa ada faktor-faktor penyebab terganjalnya pembangunan kembali gedung SMAN 3 Pekanbaru.

Berpedoman kepada Peraturan Pemerintah, dalam ketentuannya diatur bahwa pembangunan hanya bisa dapat dilaksanakan jika status lahan yang akan dibangun itu jelas. Sementara, lahan SMAN 3 merupakan milik PT. Chevron.

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru bersama Walikota dan jajarannya telah melakukan koordinasi kepada pihak Chevron, baik di Riau mau pun di Jakarta. Jika status lahan tersebut telah dialihkan PT. Chevron kepada Pemko, maka tahun 2017 mendatang Pemko siap untuk megalokasikan dana pembangunannya.

"Jika sudah dilakukan peralihan status, Pemko Pekanbaru melalui Disdik siap membangun gedung sekolah tersebut, karena Pemko komit terhadap pendidikan," papar Abdul Jamal.

Peristiwa kebakaran yang menghanguskan hampir 90 persen bangunan SMAN 3 ini terjadi pada 11 November 2014 lalu. Api diketahui muncul dari ruang dari ruang majelis guru sekitar pukul 04.00 WIB. Angin yang berhembus kencang ditambah lagi armada pemadam kebakaran yang sulit masuk ke halaman sekolah karena terhalang pagar, membuat api membesar dengan cepat.

Dalam hitungan waktu satu jam, api telah menghanguskan hampir seluruh bagian gedung. Sedikitnya 50 ruang kelas, laboratorium, musala dan ruang komputer rata dengan tanah.(ndi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini