Tuntut Uang Tolak Sesuai Aturan, Mediator Disnaker Riau Hadirkan Saksi

Redaksi Redaksi
Tuntut Uang Tolak Sesuai Aturan, Mediator Disnaker Riau Hadirkan Saksi
riaueditor.com/andi

PEKANBARU, riaueditor.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau kembali melakukan mediasi antara pekerja PT. Ewan Superwood dengan pihak perusahaan yang dilaporkan telah mengangkangi hak pekerja.

Dalam mediasi yang dilakukan Rabu (22/2/2023), di kantor Disnakertrans Riau Jalan Pepaya Pekanbaru, dihadirkan 3 saksi. Dua saksi dihadirkan perusahaan, sedangkan satu saksi dihadirkan oleh pelapor, Ayu, yang menolak menandatangani pemberhentian dari perusahaan karena uang tolak yang menjadi haknya tak diberikan secara penuh oleh perusahaan.

Dari beberapa saksi yang akan dihadirkan pihak perusahaan, dua di antaranya tak memenuhi panggilan.

Dalam pertemuan tersebut, saksi yang dihadirkan pelapor, Reka Aprianti, menuturkan kronologi kejadian yang sebenarnya.

Reka merupakan saksi mata yang melihat langsung kejadian pertengkaran antara Ayu dengan Dafit yang juga sesama pekerja, hingga berujung pemecatan oleh perusahaan terhadap Ayu, Dafit dan Reka karena dituding telah berbuat keonaran dan melanggar peraturan perusahaan.

Apa yang disampaikan saksi Reka ini dibantah oleh dua saksi yang dihadirkan pihak perusahaan, yakni Asmarani dan Lerisgewati. Bahwa pernyataan saksi Reka ini salah. Diketahui, kedua saksi yang dihadirkan perusahaan tersebut hingga saat ini masih berstatus pekerja di Ewan Superwood.

"Yang saya lihat sendiri, tidak ada Ayu menarik kerah baju Dafit, dia hanya menghampiri dafit dari belakang dengan cara menepuk punggungnya," kata saksi Reka.

Namun keterangan ini dibantah oleh dua saksi perusahaan, bahwa Ayu telah menarik kerah baju Dafit sambil membawa pisau.

"Padahal saat bekerja kami menggunakan baju kaos seragam perusahaan, bajunya juga tak berkerah. Bantahan dua saksi yang dihadirkan perusahaan ini yang tak benar," terang saksi Reka.

Usai mediasi kedua ini, pihak Disnakertrans Riau yang diwakili Dasril, SH dalam mediasi tersebut, meminta para saksi untuk membuat pernyataan yang ditandatangani dengan materai.

"Saya siap memberikan pernyataan dengan jujur dan sebenar-benarnya. Saya siap mempertanggungjawabkan kesaksian saya dunia akhirat," terang Reka Aprianti.

Usai mediasi, Ayu yang sudah bekerja selama 7 tahun di Ewan Superwood menyampaikan akan memperjuangkan haknya. Dia berharap Disnaker yang menengahi mediasi ini nantinya dapat mengambil keputusan yang adil.

Ayu menduga pemecatan dirinya dan dua pekerja lainnya, Reka dan Dafit ini dilakukan dengan alasan yang dibuat-buat dan terkesan dipaksakan. Bahwa menurutnya, saat ini Ewan Superwood ingin mengurangi pekerja untuk mengurangi biaya produksi.

"Kesaksian dua saksi ini juga jauh berbeda dengan berita acara yang dibuat perusahaan untuk memecat kami bertiga. Saya sudah sampaikan ke pihak Disnaker, semoga Disnaker bisa mengambil keputusan yang benar-benar adil dan memihak kepada kami karyawan rendahan ini," tutur Ayu lagi.

Pemecatan oleh perusahaan ini sendiri juga tanpa disertai dengan surat peringatan sebagaimana lazimnya dilakukan oleh perusahaan pada umumnya.(Andi)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini