Tak Kunjung Ditempati, Pasar Modern Sorek Disebut-sebut Dihuni Makhluk Astral

Redaksi Redaksi
Tak Kunjung Ditempati, Pasar Modern Sorek Disebut-sebut Dihuni Makhluk Astral
zul/riaueditor.com
PKL.KURAS, riaueditor.com - Lantaran tak kunjung dihuni, Pasar modern Sorek yang megah 2 lantai di jalan lintas timur, persis di jantung ibukota kecamatan Pangkalan Kuras, Sorek Satu disebut-sebut dihuni makhluk astral. Beberapa warga mengaku sering mendengar suara-suara aneh saat melintas di paruh malam yang gelap dan sepi.

Tak kunjung dioperasikannya Pasar ini oleh Pemkab Pelalawan melalui dinas Perindustrian, perdagangan dan pasar (Disperindagsar) sebagai Dinas yang bertanggung jawab, perlahan beberapa material bangunan yang bernilai puluhan milyar ini mulai terlepas dan hilang dari tempatnya.

Dari pantauan riaueditor di lokasi pasar modern Sorek, kondisinya mulai memprihatinkan. Selain sampah yang berserakan, sejumlah titik juga sudah mulai ditumbuhi semak-semak yang terus merayap. Ditambah bila malam datang areal parkiran pasar modern menjadi tempat memadu kasih para muda-mudi. Dan separuh malamnya lagi akan terdengar suara-suara gaduh dari makhluk astral yang kini menghuni bangunan Pasar tersebut.

Jika sebelumnya keluhan datang dari Tokoh masyarakat Agustiar yang menyebutkan bahwa di areal bangunan pasar modern sudah menjadi tempat pacaran dan berkumpulnya muda-mudi, kini Sudirman Mella, mantan Ketua Persatuan Pemuda Sorek Satu angkat bicara.

Sudirman mengancam bila Pemkab dan dinas terkait tak juga mengoperasikan pasar modern ini, maka pemuda setempat berinisiatif menyulap bangunan megah menjadi arena fantasy rumah hantu.

"Bangunan ini akan kita sewakan untuk pertunjukan rumah hantu (fanstasy). Masyarakat yang datang ingin menyaksikan pertunjukan di rumah hantu ini akan kita pungut bayaran. Ya semacam rumah misteri begitu," ujar Sudirman.

Sudirman menilai Disperindagpas Pelalawan setengah hati karena tidak punya konsep yang pasti untuk mengelola bangunan pasar modern Sorek ke masyarakat Pangkalan Kuras, katanya Selasa (18/10).

Sudirman dan masyarakat Sorek Satu lainnya tak menampik, bila bangunan ini kondisinya sudah dipenuhi sampah dan semak-semak. Ditambah bila malam datang arena pasar modern ini kerap dijadikan tempat memadu kasih oleh muda-mudi, bahkan tak menutup kemungkinan ada yang berbuat mesum. 

Aparat pemerintah Kelurahan setempat seperti Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sudah menempel pengumuman di pintu masuk pasar modern‎ sekedar untuk antisipasi agar bangunan tersebut tidak dijadikan arena nongkrong serta semua pihak untuk menjaga bangunan ini dari tangan-tangan jahil.

RT dan RW setempat pun juga memberi batas jam malam hingga pukul 22.00 WIB, agar tak ada lagi masyarakat yang berkeliaran di arena pasar modern. Langkah tersebut sebagai wujud kepedulian menjaga kelangsungan bangunan pemerintah tersebut.

"Disperindagsar menurut kacamata saya, sebelum proses pembangunan pasar modern ini dilaksanakan, setidaknya sudah memiliki formulasi untuk pengelolaan pasar modern ini. Nah, bila formula sudah ada, ketika bangunan selesai, sudah barang tentu bisa beroperasi dan mampu menggeliatkan sendi ekonomi masyarakat di Sorek Satu dan sekitarnya. Tidak seperti yang terjadi saat ini, bangunan sudah lama selesai namun hanya menjadi sarang hantu," paparnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini