Rp 10 M Pembangunan Pasar Lima Puluh Tak Jelas

Redaksi Redaksi
Rp 10 M Pembangunan Pasar Lima Puluh Tak Jelas
Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Fathullah.
PEKANBARU, riaueditor.com- Masyarakat menagih janji Pemerintah Kota Pekanbaru terkait tak kunjung dibangunnya Pasar Lima Puluh. Selain itu DPRD juga mempertanyakan realisasi dana APBN sebesar Rp 10 M yang dikucurkan Pusat untuk pembangunan Pasar Lima Puluh.

Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Fathullah mengaku, dari hasil rapat koordinasi pihaknya dengan Kemenperindag RI akhir tahun 2014 lalu, ada bantuan dari APBN dikucurkan Rp 10 miliar untuk pembangunan Pasar Lima Puluh ini. Anggaran itu akan dikucurkan tahun 2015 ini. Namun sampai sekarang, tidak jelas realisasinya.

Karena kondisi ini, politisi Gerindra tersebut meminta Pemko Pekanbaru serius untuk menangani pasar tradisional ini. Terutama Pasar Lima Puluh, yang sudah dianggarkan di APBN.

"Saya sendiri yang dengar dari pejabat Kemenperindag. Ada bantuan untuk pembangunan Pasar Lima Puluh ini Rp 10 miliar. Anggota dewan lain ada juga yang dengar. Ke mana uang tersebut perginya. Makanya kita harapkan pemerintah jemput bola, karena kondisi pasar itu sudah kritis," tegasnya Fathullah ketika dikonfirmasi Berita Harian, Selasa (3/2/15).

Fathullah mengaku prihatin melihat kondisi pasar Lima Puluh. Sudah banyak keluhan masyarakat yang ditampung berkaitan dengan pasar lima puluh.

Ia meminta agar Pemko memprioritaskan pembangunan Pasar Lima Puluh ini. Karena sejak dibangun tahun 1978 lalu, sampai sekarang belum pernah tersentuh pembangunan.

"Kalau kondisi sekarang, memang tak bisa direnovasi lagi. Tapi harus dibangun baru. Karena kondisinya sudah lapuk. Makanya, kita minta Walikota memprioritaskan pembangunan ini. Karena sudah lama dijanji-janjikan. Kalau bisa tahun 2015 ini dibangun," harap Fathullah.

Lebih lanjut disebutkannya, kondisi pasar tersebut memang tak bisa direnovasi atau direhab. Karena kios-kiosnya sudah lapuk. Belum lagi jaringan instalasi listriknya sudah tua. Bahkan kalau hujan, air selalu tergenang. Apalagi hujannya deras dan lama.

"Dari koordinasinya dengan Walikota Firdaus MT belum lama ini, jika tahun 2014 ini pembangunannya gagal dari APBN, maka anggaran pembangunannya akan dianggarkan di APBD Kota Pekanbaru, pada tahun 2016," sebutnya. (eza)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini