Petugas Pemungut Restribusi Sampah Dibekali Identitas Resmi Memungut Biaya Diatas Kewajaran Ilegal, Wako Pekanbaru: Tindak Tegas

Redaksi Redaksi
Petugas Pemungut Restribusi Sampah Dibekali Identitas Resmi Memungut Biaya Diatas Kewajaran Ilegal, Wako Pekanbaru: Tindak Tegas
riaueditor.com
Kwitansi pungutan sampah yang melebihi harga Perda.

PEKANBARU, riaueditor.com - Wali Kota Pekanbaru, Dr H Firdaus ST MT, meminta petugas pemungut retribusi yang mengatasnamakan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pekanbaru, untuk ditindak tegas.

Hal ini dilakukan menyusul banyaknya laporan dari warga karena nilai pungutan sampah besarannya diatas kewajaran yang telah di tetapkan sesuai Perda.

"Bila ada yang memungut biaya sampah pertokoan dan pemukiman bukan dari LKM RW, itu ilegal. Apalagi angkanya diatas harga perda, kwitansi tidak resmi, kisaran biayanya sampai Rp 40 ribu, itu tidak benar. Saya minta DKP untuk menelusurinya. Tindak tegas, kalau perlu tangkap orangnya," tegas Firdaus, saat ditemui di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, usai mengikuti tes kesehatan, Selasa, (27/09/16).

Ia mengatakan, dalam kerjasamanya, petugas pemungut retribusi sampah yang terbaru saat ini, dibagi menjadi dua, yakni Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pekanbaru dan Lembaga Keswadayaan Masyarakat-Rukun Warga (LKM-RW).

"Yang menjadi wilayah tugas DKP hanya wilayah tertentu, seperti Mall, hotel, restoran, pergudangan dan Rumah Sakit. Tarif retribusi sampah sesuai dengan Perda. Rp10 ribu untuk keluarga mampu, Rp7 ribu untuk kategori menengah dan Rp5 ribu untuk keluarga bawah. Yang lain menyesuaikan," tuturnya.

Adanya keluhan dari masyarakat tentang pungutan retribusi diluar kewajaran dan ditambah mengatasnamakan DKP Pekanbaru, Firdaus menyebutkan bahwa hal itu jelas membuat keresahan masyarakat Pekanbaru. Upaya ini, harus segera ditindak agar memberikan efek jera.

"Itu ilegal, meskipun dengan atribut yang jelas, karena bisa saja dipalsukan. Dan saya menghimbau kepada warga, petugas yang memungut adalah LKM RW. Kalau bukan petugas dari RW ataupun DKP dengan identitas resmi, jangan dilayani," imbaunya.

Sebelumnya diberitakan, A Manurung (45) warga jalan SM Amin (Arengka II) Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, mengaku kesal dengan oknum petugas pemungut retribusi sampah yang ditunjuk oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru.

Dia menceritakan, Jum'at, (23/9/2016) siang, dua orang yang mengaku petugas pemungut retribusi sampah DKP kota Pekanbaru, datang menagih retribusi sampah.

Berpakaian ala preman dan berbekal secarik fotocopy surat pemberitahuan pungutan dari DKP Kota Pekanbaru yang di laminating, petugas yang mengaku pemungut retribusi itu datang menagih pungutan retribusi sampah dan membentak-bentak karyawannya.

"Dua orang petugasnya. Pertama petugas pemungut meminta Rp60 ribu, saya tak mau bayar. Lalu dia menurunkan harga menjadi  Rp40 ribu, saya menolak karena harga terlalu tinggi," kata A Manurung.

Menurut pengusaha loket bus itu, harga yang diminta oleh oknum petugas pemungut retribusi sangat tidak masuk akal. Sebab, biasanya dia hanya membayar retribusi sampah melalui camat secara resmi paling tinggi Rp15 ribu.

"Sampah saya cuma puntung rokok dan tisu. Itupun kami bersihkan sendiri dengan cara di bakar. Adapun sampah botol air mineral diambil oleh pemulung," ketusnya.

Dari situ, terjadilah perdebatan antara dirinya dengan oknum petugas pemungut retribusi yang mengatasnamakan DKP Pekanbaru. Yang membuatnya lebih kesal lagi, 2 orang petugas itu bahkan memaki-maki karyawannya dengan memunculkan kata-kata yang tidak beretika dengan menjurus ke arah SARA (Suku Agama Ras dan Antargolongan).

"Saya keras tidak mau bayar. Karena tidak mau berdebat panjang, akhirnya saya terpaksa membayar, dari Rp40 ribu yang diminta menjadi Rp15 ribu," jelasnya.

Bahkan katanya, tidak ada warga yang mau membayar pungutan retribusi yang diminta oknum tersebut, karena terlalu tinggi. Ada pun di pintu ruko lain membayar dengan memakai ancaman. (***)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini