Pengerjaan Jalan Kandis - Duri Tuntas November

Redaksi Redaksi
Pengerjaan Jalan Kandis - Duri Tuntas November
Pengerjaan jalan Duri-Kandis yang mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas yang padat.
PEKANBARU, riaueditor.com– Hingga saat ini peningkatan struktur jalan yang menghubungkan Kandis – Duri masih dalam tahap pengerjaan. Ditargetkan, pengerjaan jalan nasional ini akan tuntas pada November 2014 ini.

Hal itu disampaikan PPK 03 Satker Non Vertikal Bina Marga Riau, Aidil Syahrul ST saat ditemui, Rabu (20/8).

Ia menjelaskan, pengerjaan peningkatan struktur Jalan Kandis – Duri tahun ini terbagi dalam dua paket. Yakni, paket Kandis Duri A dan B. Sesuai perencanaan, panjang efektif kedua ruas jalan masing – masing 5 KM dengan total dana Rp 64 milyar lebih. Untuk jenis pengerjaan rigid, ditargetkan 4.950 meter.

Aidil mengatakan, paket jalan Kandis - Duri A sejauh ini sudah diaspal sepanjang 1.475 meter. Sedangkan untuk pengerjaan rigid (perkerasan kaku,red), yang sudah dikerjakan 1,5 KM. Sisanya, masih dalam tahap pengerjaan.

Demikian pula dengan Paket Kandis – Duri B, sejauh ini pengaspalan yang sudah dilakukan 1 KM. Sementara pengerjaaan rigid 970 meter. 440 meter yang belum selesai, masih terus dikerjakan.

Aidil mengungkapkan, adanya pengerjaan rigid mengingat kondisi jalan yang hancur. Sehingga dengan demikian, adanya pengerjaan rigid diharapkan dapat meningkatkan struktur jalan sesuai standar jalan nasional.

Awalnya, kata Aidil target pelaksanaan pengerjaan sampai bulan Oktober 2014. Hanya saja, munculnya Inpres tahun 2014 tentang penghematan belanja negara, mengakibatkan pelaksanaan pengerjaan di andendum (penambahan waktu) hingga November.

Salah satu kendala yang dihadapi dalam melaksanakan pengerjaan adalah traffic lalu lintas yang tidak maksimal. Untuk hal ini, sebut Aidil, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Siak dan Polres Bengkalis.

Ia mengatakan, untuk mengatasi kerusakan jalan yang menghubungkan Kandis – Duri sepanjang 5 KM tersebut, dibutuhkan dana cukup besar. Pasalnya, jalan nasional ini sangat rentan dengan kerusakan akibat tingginya volume lalulintas. Hal ini diperparah lagi dengan lalulintas kendaraan bertonase berat.

Untuk itu, tahun 2015 mendatang pihaknya sudah mengajukan usulan ke pemerintah pusat untuk dianggarkan. " Besarnya Rp 135 milyar. Mudah-mudahan usulan kita bisa disetujui," ujarnya.

Terkait kemacetan yang kini terjadi, pihaknya minta masyarakat untuk bersabar. "Mohon kesadaran dan kedisiplinan dalam berkendara menghadapi program buka tutup demi kelancaran pelaksanaan pekerjaan," ujar Aidil.

Sementara itu, informasi yang berhasil dirangkum riaueditor.com, Selasa (19/8) kemacetan arus lalulintas terjadi di wilayah Kecamatan Pinggir. Diperkirakan kemacetan panjang ini mencapai 10 kilometer lebih. Rentang kemacetan itu bermula dari depan timbangan Dishub Balairaja hingga depan Masjid Taqwa Muara Basung.

Terkait kemacetan tersebut, Kepala Pos Traffic Accident Center (TAC) Balairaja, Bripka Eki Risman menyebutkan, kemacetan itu disebabkan dua lubang di ujung proyek rigid beton di penurunan Semunai serta ketidaksabaran para pengendara. Namun demikian, pihaknya sudah berupaya mengurai, sehingga arus lalulintas kembali lancar, ucapnya. (fin)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini